Dulohupa.id – Dampak musim kemarau di Gorontalo membuat warga kekurangan air bersih. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo pada 3 Oktober 2023, bahwa jumlah warga dan daerah yang terdampak kemarau terus naik.
Data yang diterima dari BPBD tercatat 65 dusun/lingkungan dari 35 desa/kelurahan di 18 kecamatan yang tersebar di 5 kabupaten yang ada di provinsi Gorontalo mengalami dampak kekeringan. Selanjutnya dari seluruh wilayah yang terdampak, 4.699 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 15.597 orang yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau panjang tahun 2023.
Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Gorontalo, Ot Oral Sem Wilar mengungkapkan bahwa puncak hujan tertinggi akan terjadi pada bulan Januari tahun depan. Hal ini disampaikannya saat rapat Forkopimda beberapa waktu lalu.
“Kami memperkirakan bahwa sifat hujan yang terjadi tahun 2023-2024 yaitu ada dalam kondisi normal. Jadi walaupun perkembangannya agak lambat dari normalnya, tapi kami memperkirakan sifat hujan akan normal sepanjang 2023-2024,” papar Kepala BMKG Provinsi Gorontalo pada rapat Forkopimda tersebut.
Disebutkan Kepala BMKG Provinsi, awal musim hujan di Gorontalo akan terbagi delapan daerah zona musim (ZOM). Gorontalo Utara dan sebagian kecil Pohuwato bagian utara, diperkirakan akan mengalami musim hujan pada awal November.
Selanjutnya Bone Bolango bagian utara, sebagian Kota Gorontalo bagian tengah, sebagian kecil Boalemo bagian barat laut, hingga bagian selatan Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan bone Bolango. Sementara musim kemarau paling lambat yaitu daerah bagian Tilamuta, dan Taluditi di posisi Desember satu.
Reporter: Yayan











