Scroll Untuk Lanjut Membaca
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

UNG Gandeng KemenP2MI, Siapkan Lulusan Gorontalo Berkarier di Pasar Kerja Global

×

UNG Gandeng KemenP2MI, Siapkan Lulusan Gorontalo Berkarier di Pasar Kerja Global

Sebarkan artikel ini
Universitas Negeri Gorontalo

Gorontalo – Peluang berkarier di luar negeri bagi lulusan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) semakin terbuka. Melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, UNG memperkuat upaya menyiapkan sumber daya manusia terdidik yang memiliki keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman mengenai pelindungan pekerja migran.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan KemenP2MI melalui BP3MI Sulawesi Utara pada Senin (12/10/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., bersama Kepala BP3MI Sulawesi Utara, AKBP Hendrick Situmorang, S.H., S.I.K., M.Si.

Kerja sama ini berfokus pada penguatan kapasitas dan keterampilan calon pekerja migran terdidik asal Gorontalo. Salah satu langkah strategis yang disiapkan ialah melalui program prioritas SMK Go Global, yang menempatkan UNG sebagai pusat pelatihan intensif bahasa asing sekaligus pembekalan kompetensi kerja bagi calon pekerja migran.

Melalui program tersebut, calon pekerja migran diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang sebelum memasuki pasar kerja internasional, baik dari sisi kemampuan komunikasi, keterampilan profesional, maupun pemahaman terhadap lingkungan kerja di negara tujuan.

Rektor UNG, Eduart Wolok, menegaskan bahwa peluang kerja global perlu ditangkap secara strategis, terutama di tengah momentum bonus demografi Indonesia. Menurutnya, sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Australia, hingga negara-negara Eropa, menghadapi tantangan penuaan penduduk dan kebutuhan tenaga kerja produktif.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengambil peran di pasar internasional, selama memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda,” ungkap Eduart.

Untuk mendukung pelaksanaan program, UNG akan mengoptimalkan fasilitas Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa sebagai sarana peningkatan kemampuan bahasa asing. Selain itu, fasilitas Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) UNG direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan terpadu guna menunjang berbagai kegiatan pembekalan calon pekerja migran.

Pemanfaatan fasilitas kampus tersebut diharapkan dapat menciptakan proses pelatihan yang lebih terarah dan terintegrasi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh penguatan kemampuan bahasa, tetapi juga pembekalan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Di sisi lain, aspek pelindungan pekerja migran menjadi perhatian penting dalam kerja sama ini. Calon pekerja migran perlu memahami hak-haknya, prosedur penempatan sesuai ketentuan, serta mekanisme pelindungan hukum selama bekerja di luar negeri.

Pemahaman terhadap budaya, aturan, dan kondisi negara tujuan juga menjadi bekal penting agar para pekerja dapat beradaptasi dengan baik serta menjalani pekerjaan secara aman dan bertanggung jawab.

Eduart menambahkan, kerja sama ini sekaligus memperluas peran UNG dalam mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin terbuka. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Melalui kemitraan dengan KemenP2MI dan BP3MI Sulawesi Utara, UNG berharap semakin banyak putra-putri Gorontalo yang mampu bersaing di tingkat internasional dengan bekal pendidikan, keterampilan, kemampuan bahasa asing, dan pemahaman pelindungan yang memadai.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG untuk memperluas kesempatan berkarier bagi lulusan, meningkatkan daya saing sumber daya manusia daerah, serta memastikan peluang kerja di luar negeri dapat diakses melalui jalur yang aman, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.