Dulohupa.id – Turnamen sepak bola Bupati Cup di Pohuwato terhenti di babak semifinal dengan alasan dari panitia karena ada beberapa masalah. Harusnya pertandingan semifinal antara Marisa City Vs Persma FC sudah selesai digelar. Namun hingga hampir sebulan berlalu pertandingan tersebut tak kunjung digelar.
Manager Marisa City, Momi Lahay mengaku rugi akibat janji dan tidak ada kepastian dari panitia yang menggelar turnamen sepak bola Bupati Cup Tahun 2025. Kenapa tidak, sebab panitia sempat melayangkan statement bahwa turnamen akan segera digelar. Namun saat tim official telah menggelar latihan dan mengumpulkan para pemain. Tiba-tiba panitia membatalkan kembali pertandingan yang sebelumnya telah dijadwalkan.
“Kami ini sudah rugi banyak. Janji yang sudah disampaikan oleh panitia bahwa akan digelar pertandingan hari Senin, hari Selasa, namun tiba-tiba dibatalkan lagi. Padahal kita sudah mengumpulkan para pemain untuk melakukan latihan, dan itu sudah mengeluarkan biaya” ungkap Momi, Jum’at (26/9/2025).
Momi juga sangat menyayangkan sikap dari panitia, turnamen Bupati Cup yang seharusnya selesai pada tanggal 15 September Tahun 2025 sudah selesai namun karena ada masalah membuat izin dari pihak kepolisian habis masa waktu. Dan alasan panitia akan segera memperpanjang izin tersebut. Namun kata Momi sudah hampir sebulan ini belum selesai terkait izin itu.
“Sana Danramil Cup di Popayato akan dimulai hari Senin. Kendati mekanisme izinnya sama. Ini justru pertandingan skala kabupaten justru kata panitia belum dapat izin. Saya merasa panitia Bupati Cup tidak tegas. Dan kemungkinan panitia tidak betul-betul mengurus surat izin itu,” tegasnya.
Momi juga menegaskan jika turnamen Bupati Cup ini tidak akan dilanjutkan, dirinya dan official tim serta pendukung Marisa City akan menuntut ganti rugi kepada panitia dan akan melakukan aksi dengan mengumpulkan banyak massa.
“Jika ini tidak akan dilanjutkan maka kami akan menuntut ganti rugi. Kami telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dari mendatangkan pemain transfer, biaya tiket pesawat, biaya akomodasi tim, dan biaya makan dan lain-lain, ini sudah kita gelontorkan dari babak pendaftaran hingga babak penyisihan. Jika tidak selesai ini turnamen kita akan tuntut semua ini ke pantai, nanti kita akan rinci seluruh pengeluaran tim dari babak penyisihan hingga di semifinal,” tegas Momi.
Turnamen Bupati Cup sendiri terhenti karena terdapat beberapa kendala, yaitu akumulasi kartu kuning kepada pemain Marisa City yang mengakibatkan Buntulia FC melayangkan protes bahkan beberapa kali menggelar demo.
Sebelumnya Marisa City saat berhadapan dengan Buntulia FC di protes. Buntulia FC memprotes salah satu pemain Marisa City yang harus akumulasi kartu kuning ikut dimainkan. Namun dalam penyelidikan dari tim panitia, tidak ada akumulasi kartu tersebut. Marisa City yang unggul dan keluar maju ke babak semifinal justru di protes oleh Buntulia FC.
Hingga kini buntut dari protes tersebut, panitia menghentikan sementara turnamen Bupati Cup. Dan hingga saat ini belum juga digelar kembali. Hal itu justru menuai kerugian dari salah satu tim Marisa City.
Reporter: Hendrik Gani











