Untuk Indonesia

Tak Memiliki Bukti Kuat, Gugatan Pilkada Pohuwato Ditolak MK

Dulohupa.id- Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan dugaan pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pohuwato pada tahun 2020 kemarin. Perkara berupa dugaan pelanggaran yang dilaksanakan secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) terjadi pada Pilkada Pohuwato itu ditolak karena tidak memiliki bukti yang kuat.

“Gugatan perkara Pilkada Pohuwato tidak diterima melalui putusan hakim MK. MK tidak menerima permohonan gugatan oleh pemohon,” kata Stenli Lipi Advokad Muda Pohuwato yang juga sebagai kuasa hukum dari tim SMS.

Menurutnya, MK menolak gugatan tersebut berdasarkan bukti-bukti yang tidak kuat, juga terkait hal-hal yang diduga pihak pemohon terkait adanya pelanggaran-pelanggaran yang berpengaruh  pada jumlah suara.

“Laporan itu berkaitan dengan selisih jumlah suara, baru ditambah lagi dengan satu keyakinan dengan bukti-bukti yang diajukan baik pemohon, termohon, dan terkait, pihak Hakim MK tidak mendapatkan keyakinan atas laporan dugaan pelanggaran tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Akibat Korsleting Listrik, Rudis Kapolres Gorontalo Nyaris Terbakar

Stenli menjelaskan,  selisih suara harus sebanyak 2 persen atau minimal di bawah 2 persen, tapi berdasarkan fakta persidangan perolehan suara melebihi dua persen atau tepatnya 11 persen. Maka Hakim MK berpendapat , permohonan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum terkait jumlah suara, makanya laporan tersebut ditolak.

“MK juga tidak dapat memiliki keyakinan berdasarkan bukti-bukti yang diajukan pemohon. Putusan oleh MK ini merupakan putusan terakhir juga dalam perkara dugaan pelanggaran pilkada Pohuwato. Jadi dalam putusan MK ini yang dimenangkan adalah suara sah dari pemilih pohuwato,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada hasil perolehan Pilkada Pohuwato, yang sudah ditetapkan oleh pihak KPU, pasangan Saipul Mbuinga dan Suharsi Igrisa mendapatkan perolehan suara terbanyak dengan 37.190 suara dan posisi kedua ditempati pasangan Iwan Adam dan Zunaidi Z. Hasan dengan perolehan suara sebanyak 27.200 suara.

Baca Juga:  Langgar Aturan PKPU, Sejumlah Baliho Paslon Pilbup Bone Bolango Dibongkar Paksa

Dan pasangan Ibrahim Bouti memperoleh 10.484 suara, disusul oleh Hamdi Alamri dan Zairin T.D Maksud 10.484 suara.

Hasil yang diperoleh oleh pasangan SMS julukan dari pasangan Saipul Mbuinga dan Suharsi Igrisa yang kemudian digugat di MK.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.