Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINEPERISTIWA

Sepanjang 2023, 50 Kasus Laka Lantas Terjadi di Bone Bolango

×

Sepanjang 2023, 50 Kasus Laka Lantas Terjadi di Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Laka Lantas
Kanit Gakum Satlantas Polres Bone Bolango, AIPDA Yunarto Rivai. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Kanit Gakum Satlantas Polres Bone Bolango, AIPDA Yunarto Rivai menerangkan bahwa sebanyak 50 kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Kabupaten Bone Bolango mulai Bulan Januari hingga per 18 Desember 2023.

Aipda Yunarto menjelaskan, dibandingkan dengan tahun 2022, terhitung juga 50 kasus laka lantas. Dimana 10 diantaranya meninggal dunia dan 40 kasus mengalami luka ringan.

“Untuk tahun 2023 jumlah kasusnya sama, tapi mengalami peningkatan untuk korban meninggal. Dimana ditahun 2023 ada sebanyak 14 kasus laka lantas yang mengakibatkan meninggal dunia, 35 kasus luka ringan dan 1 kasus kerugian materil. Kalau kita lihat dari tahun 2022, laka lantas itu di dominasi oleh kendaraan roda dua dan sisanya ada kendaraan roda 3 atau bentor dan roda 4,” Ungkap Kanit Gakum Satlantas Polres Bone Bolango, AIPDA Yunarto Rivai.

Baca Juga: Polres Bone Bolango Bakal Kerahkan 81 Personel Amankan Nataru

AIPDA Yunarto Rivai juga mengatakan bahawa faktor penyebab kecelakaan rata-rata dipengaruhi oleh Human Eror atau manusia serta akibat faktor jalan.

“Faktor jalan itu seperti jalan berlubang atau bergelombang, jadi itu kan mempengaruhi konsentrasi pengendara. Sementara untuk human eror ini contohnya pengendara yang sudah dipengaruhi miras atau pengendara yang mengantuk,” Jelasnya.

Disamping itu, dirinya mengungkapkan bahwa lokasi rawan laka lantas sendiri sangat universal dan terbagi di wilayah-wilayah Kecamatan. AIPDA Yunarto Rivai menyampaikan setidaknya ada 5 titik kecamatan yang dinilai rawan laka lantas, yakni Kecamatan Tapa, Suwawa, Bone Pesisir, Tilongkabila dan Botupingge.

“Jadi kecelakaan ini berpindah-pindah dan tidak fokus disatu titik saja. Sehingga untuk meminimalisir itu, kita terus mengimbau di setiap pangkalan bentor dan juga sekolah-sekolah. Karena memang kebanyakan laka lantas terjadi pada anak dibawah umur. Sehingga kita sampaikan di sekolah-sekolah untuk tertib lalu lintas,” Ujar AIPDA Yunarto Rivai.

Reporter: Kris