Dulohupa.id- Pariwisata merupakan sektor paling terdampak saat pandemi COVID-19 menyerang. Di Kabupaten Pohuwato misalnya, penurunan jumlah pengunjung menyebabkan target pemerintah untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak 100 juta dari sektor pariwisata, gagal.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pohuwato, Arvan Tangoi, kepada Dulohupa.id. Menurutnya, penutupan akses dan pembatasan jumlah kunjungan ialah penyebab kunjungan wisatawan di semua daerah termasuk di Pohuwato, menurun.
“Dalam kunjungan pariwisata sendiri kami punya target PAD itu sekitar 100 juta, tapi tidak bisa kita capai karena jumlah pengunjung yang berkurang tadi,” katanya.
Ia sendiri mengakui, bahwa memang, “Kunjungan wisatawan menurun dari tahun sebelumnya, penyebab utamanya ialah pandemi ini,” ujar Arvan kepada Dulohupa pagi tadi, Jumat (18/12).
Arvan melanjutkan, penurunan wisatawan yang berkunjung ke Pohuwato jika dipresentasikan berada di angka 40 persen.
Namun, kata dia, pihaknya telah mengevaluasi dan kembali melakukan perencanaan untuk menarik minat pengunjung meski di tengah pandemi COVID-19.
“Langkah yang kita ambil ke depan ialah memastikan protokol kesehatan jalan, dan meyakinkan calon pengunjung tentang destinasi yang aman untuk mereka kunjungi,” jelasnya.
Katanya, tahun 2021 nanti program yang relevan dengan pandemi akan diluncurkan.
“Program itu berupa video/gambar destinasi wisata 360 derajat, tujuannya agar calon wisatawan dapat melihat secara online destinasi yang akan dituju sehingga mereka bisa mempersiapkan diri lebih baik dalam berwisata,” imbuhnya.
Reporter: Zulkifli Mangkau











