Untuk Indonesia

Ramai-ramai Berinvestasi, Dosen Ekonomi UNG: Hati-hati!

Dulohupa.id- Investasi kini menjadi kegemaran baru di Gorontalo. Banyak warga yang rela menginvestasikan puluhan bahkan miliaran rupiah karena tergiur dengan keuntungan besar. Karena itu, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Bobby Rantow Payu meminta masyarakat untuk hati-hati memilih investasi yang aman. 

Menurutnya, investasi adalah sistem menanamkan aset dengan harapan mendapatkan pengembalian di masa mendatang. Namun, pengembalian itu mestinya tidak didapatkan dengan cepat atau instan. 

“(Investasi) itu membutuhkan jangka waktu, tidak sekadar hari ini tanam kemudian bulan depan mendapatkan hasil. Paling tidak investasi butuh waktu dan yang pasti memiliki risiko,” ungkapnya, Sanin (22/11/2021).

Investasi kata Bobby tidak selalu menguntungkan. Ada risiko besar di belakangnya. Makanya ketika ada orang yang mengajak untuk berinvestasi namun dengan keuntungan instan, maka perlu untuk dipertanyakan. 

Baca Juga:  Warga Kelurahan Bulota Protes Pekerjaan Ruas Jalan Abdul Rahman Moito

“Jadi tidak ada investasi yang dipastikan akan selalu untung. Investasi bodong adalah investasi yang mengabaikan dua sifat itu. Investasi bodong menjanjikan keuntungan jangka pendek yang fantastis dan pasti untung, itulah ciri khas investasi bodong,” jelasnya.

Untuk menghindari jerat investasi bodong, Boby pun mengimbau untuk melihat keuntungan yang ditawarkan oleh investasi tersebut.

“Tidak ada keuntungan wajar yang pasti dalam investasi. Umumnya, keuntungan investasi di sektor yang berisiko seperti saham dan forex berkisar di antara dua puluh persen sampai tiga puluh persen per tahun, itu pun memiliki risiko dan tidak pasti. Jadi kalau ada investasi yang menawarkan return di atas tiga puluh persen pertahun bahkan perbulan, bisa dipastikan itu adalah investasi bodong,” tegasnya.

Untuk investasi bodong yang seringkali menjadikan trading Forex (Foreign Exchange) sebagai kedok, Boby mengatakan secara legal perdagangan Forex diatur oleh BAPPEBTI atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Baca Juga:  Polres Pohuwato Tangani Sebelas Laporan Warga Terkait Investasi Bodong

“Trading Forex adalah trading dengan risiko yang tinggi. Saat ini, banyak yang membawa skema investasi katanya ditradingkan di Forex padahal belum tentu. Kalau orang yang paham mengenai trading Forex dia tau ini sangat berisiko. Jadi tidak ada trader Forex yang bisa konsisten untuk mendapatkan keuntungan sekian persen per bulan,” ujarnya.

Untuk melakukan investasi yang aman, Bobby menyarankan agar masyarakat memahami lebih terdahulu risiko yang akan diterima dalam memilih investasi.

“Sebaiknya berinvestasilah pada hal-hal yang kita ketahui seperti membeli tanah atau emas untuk masyarakat awam. Kalau ingin investasi yang lebih berisiko seperti investasi saham bisa lebih mempelajari lebih dulu bagaimana itu saham,” ujarnya.

**

Comments are closed.