Gorontalo – Nama Adnan Mbuinga alias Haji Pulu menjadi perhatian publik setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumahnya di Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (29/9/2026).
Penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 15.00 WITA hingga malam hari. Sejumlah penyidik KPK terlihat memeriksa bagian dalam rumah serta kendaraan yang berada di halaman. Setelah penggeledahan, penyidik nampak membawa sejumlah barang dan dokumen dalam koper.
KPK belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan spesifik penggeledahan rumah Adnan maupun jenis barang yang diamankan. Namun, tindakan tersebut diduga kuat berkaitan dengan pengembangan perkara Operasi Tangkap Tangan yang menjerat Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) nonaktif, Sirajudin Lasena.
Siapa Adnan Mbuinga?
Adnan Mbuinga dikenal sebagai pengusaha asal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Ia bergerak di sektor konstruksi melalui PT Harmonis Perkasa Indah atau Harmonis Group.
Perusahaan tersebut diketahui mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur di Gorontalo. Salah satunya proyek pembangunan Jalan Wonggahu-Tangkobu di Kabupaten Boalemo pada 2024, dengan nilai kontrak sekitar Rp26 miliar untuk porsi pekerjaan PT Harmonis Perkasa Indah. Usaha kontruksinya ini juga terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur di Wilayah Bolmong Utara, Sulawesi Utara.
Adnan dikenal dengan sapaan Haji Pulu atau Om Pulu. Selain aktivitas bisnis, namanya pernah muncul dalam kegiatan sosial hingga mendukung politisi di Gorontalo.
Adnan Mbuinga merupakan kakak kandung Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Ia juga merupakan saudara dari Syarif Mbuinga, yang saat ini menjabat anggota DPD RI perwakilan Provinsi Gorontlo.
Kedekatan Adnan dengan keluarga Mbuinga membuat namanya beberapa kali muncul dalam pemberitaan mengenai dinamika politik Pohuwato. Ia disebut memiliki pengaruh sosial-politik Adnan di Pohuwato.
Redaksi











