Dulohupa.id – Akun media sosial Gtlo Karlota akhirnya memberikan penjelasan setelah menjadi sorotan warganet lantaran tidak ikut mempublikasikan kasus seorang owner kedai gadai digerebek bersama seorang perempuan yang diduga merupakan istri anggota kepolisian.
Sikap akun yang dikenal aktif mengunggah berbagai isu kontroversial di Gorontalo itu sebelumnya memunculkan pertanyaan di kalangan pengguna media sosial. Sejumlah warganet bahkan menuding Gtlo Karlota sengaja tidak mengangkat kasus tersebut karena diduga memiliki hubungan tertentu dengan pemilik kedai gadai tersebut.
Sorotan itu muncul karena Gtlo Karlota selama ini dikenal cukup aktif mengunggah berbagai persoalan yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk pejabat maupun aparat kepolisian.
Saat dikonfirmasi Dulohupa.id melalui pesan langsung (DM) Instagram, pihak Gtlo Karlota menegaskan bahwa mereka memiliki kewenangan untuk menentukan informasi yang akan dipublikasikan.
“Seperti halnya media lain, trang juga punya hak untuk menaikkan dan tidak menaikkan suatu pemberitaan,” demikian jawaban pengelola akun.
Pengelola Gtlo Karlota juga menjelaskan bahwa keputusan untuk mengunggah sebuah informasi tidak hanya didasarkan pada ramainya isu di media sosial.
Menurut mereka, setiap informasi yang dipublikasikan terlebih dahulu melewati proses verifikasi internal.
“Intinya, kalau yang so naik postingan akun ini, itu sudah lolos verifikasi tim Karlota. Makanya, setiap orang yang diangkat di akun ini, tidak ada yang bisa mo mengelak, karena bukti-bukti yang dikumpulkan dan diverifikasi tim Karlota bukan hanya satu alat bukti,” ungkapnya.
Pihak akun menyebut proses tersebut dilakukan agar setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dasar yang cukup. Mereka juga mengklaim menggunakan standar verifikasi tertentu dalam mengumpulkan informasi sebelum sebuah kasus diangkat ke publik.
“Ini sudah disesuaikan dengan standar penyidikan (minimal dua alat bukti) biar polisi tidak sulit dalam mendalami setiap kasus yang diangkat di sini. Karena, dalam beberapa kasus sebelumnya, sempat kerja sama dengan polisi untuk kelengkapan alat bukti penyidikan,” lanjut pengelola akun.
Dengan penjelasan tersebut, Gtlo Karlota menegaskan bahwa tidak dipublikasikannya sebuah kasus bukan berarti akun tersebut memiliki hubungan khusus dengan pihak yang diberitakan.
Sebelumnya, warganet mempertanyakan sikap akun Gtlo Karlota tidak netral dalam mempublikasikan isu kontroversial. Padahal, akun itu sering mempublikasikan secara gamblang terkait masalah yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk oknum pejabat dan aparat kepolisian.
“Apa kabar Gtlo Karlota lia dulu ini berita, tidak barani baangkat ini kasus, tako dia,” tulis seorang warganet.
Komentar lainnya menyebut Gtlo Karlota biasanya menjadi salah satu akun yang cepat mengangkat isu yang sedang menjadi perhatian publik.
“Gtlo Karlota badiam anggu, biasa dia yang paling lajuuu dengan terupdate,” tulis akun lainnya.
“Tako dorang karena dorang pe Boss Sandiri yang dia dapa,” tulis netizen lainnya.
Disisi lain, pertanyaan mengenai identitas pengelola akun Gtlo Karlota juga selama ini menjadi perhatian pengguna media sosial.
Akun @gtlo.karlota dikenal sebagai akun media sosial yang kerap mengunggah informasi mengenai berbagai persoalan kontroversial di Gorontalo. Akun tersebut menggunakan tagline “Gosip adalah Fakta yang Tertunda” dan memiliki basis pengikut yang cukup besar.
Berbeda dengan perusahaan pers yang menjalankan kegiatan jurnalistik berdasarkan ketentuan dan kode etik pers, akun media sosial seperti Gtlo Karlota memiliki karakter serta mekanisme pengelolaan yang berbeda dengan menginformasikan secara gamblang.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga mencatat yang turut menyebarkan informasi mengenai isu dugaan perselingkuhan maupun persoalan yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk oknum pejabat dan aparat.
Konten-konten tersebut membuat Gtlo Karlota dikenal sebagai salah satu akun yang cukup cepat mengangkat isu kontroversial di ruang publik Gorontalo. Meski demikian, identitas pengelola akun tersebut hingga kini tidak diketahui secara terbuka. Di media sosial, sesekali muncul klaim dari sejumlah pengguna yang mengaku mengetahui sosok di balik akun tersebut.
Redaksi











