Dulohupa.id – Jejak Srikandi di birokrasi tak bisa dinafikan. Hal itu terbukti dengan apa yang dilakukan Sri Marlina Mursalin yang resmi dilantik sebagai Camat Dengilo. Sebelum dilantik sebagai Camat Dengilo, Sri Marlina Mursalin menjabat Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Dinas P3AP2KB Kabupaten Pohuwato kurang lebih 10 Tahun.
Tentunya jejak pengabdian dan prestasi yang ditorehkan Sri Marlina Mursalin akan menjadi legasi yang sulit dilupakan.
Bukan sekadar pejabat, Sri Marlina Mursalin mampu membuktikan peran Srikandi di birokrasi. Ditangannya, isu perempuan dan anak tidak hanya menjadi program rutin, melainkan sebuah gerakan dengan inovasi yang diakui hingga tingkat nasional.
Selama menjabat, ia fokus pada tiga program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat:
1. Program PASISA (Ayo Segera Isbat Selesaikan Akta) – Isbat Nikah Terpadu.
Program ini hadir sebagai solusi bagi pasangan yang pernikahannya belum tercatat negara. Melalui inovasi sidang isbat nikah terpadu berbasis e-Court, masyarakat tidak lagi harus melalui proses yang rumit dan berbiaya besar untuk mendapatkan legalitas pernikahan dan akta kelahiran anak.
2. Roadshow Sosialisasi Program Preventif Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Ia tidak menunggu laporan kekerasan masuk, tapi menjemput bola dengan roadshow langsung ke kecamatan dan desa. Upaya preventif untuk membangun kesadaran kolektif bahwa Pohuwato harus menjadi kabupaten yang ramah perempuan dan anak.
3. Program Inklusi Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Mampu menghadirkan yayasan dan Federasi PEKKA yang bekerjasama dengan pemerintah Australia. Program ini memberdayakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga agar berdaya secara ekonomi, sosial, dan hukum.
Berkat kerja keras Sri Marlina Mursalin Kabupaten Pohuwato berhasil raih sejumlah penghargaan di kancah nasional, diantaranya.
Pohuwato menerima penghargaan dari Ditjen Badilag (Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama) Mahkamah Agung RI pada Tahun 2021, melalui program isbat nikah terpadu berbasis e-Court.
Setelah itu Program PASISA dinominasikan sebagai inovasi daerah dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2023 dari Kementerian Dalam Negeri.
Kemudian Kabupaten Pohuwato meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Tahun 2023, atas hasil evaluasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG).
Ia menegaskan semua pencapaian tersebut adalah hasil kolaborasi tim DP3AP2KB, dukungan pimpinan daerah, pengadilan agama, serta mitra PEKKA dan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah yang akan berakhir. Tapi memastikan perempuan Pohuwato terlindungi haknya, memiliki identitas hukum, dan berdaya secara ekonomi adalah perjuangan yang tidak akan pernah berakhir,” ungkap Sri Marlina Mursalin, Rabu (23/9/2026).
Refleksi akhir jabatan ini menjadi bukti nyata bahwa Srikandi di birokrasi mampu melahirkan inovasi, meraih prestasi nasional, dan yang paling penting, menghadirkan negara di tengah persoalan perempuan yang paling rentan.
Reporter: Onal











