Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

PDP Meninggal, Keluarga Ikut Melaksanakan Pemakaman

Dulohupa.id – Ada pemandangan tak lazim terlihat saat proses pemakaman warga Kota Gorontalo berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Sejumlah warga yang terinformasi adalah keluarga Pasien PDP Covid-19, terlihat ikut dalam proses pemakaman.

Menurut pantauan redaksi Dulohupa.id, Peristiwa ini sendiri terjadi rabu (27/5). Salah seorang warga Kota Gorontalo berinisial II (56) dinyatakan meninggal dunia dengan status PDP Covid-19 oleh Rumah Sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo. Status PDP ini disematkan kepada pasien, setelah sebelumnya pihak rumah sakit melakukan Rapid Test kepada pasien II dan dinyatakan reaktif Covid-19. Alhasil, pasien beralamat Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Gorontalo ini harus dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

Namun, pemandangan berbeda terlihat saat proses pemakaman dilakukan. Sejumlah keluarga pasien, nampak ikut serta dalam proses pemakaman, meski tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai dengan SOP pemakaman pasien PDP.

Endi Junus Danial, Kepala Bida Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Gorontalo saat ditemui redaksi Dulohupa.id, di lokasi pemakaman, mengakui bahwa proses pemakaman memang tidak sesuai protocol kesehatan pemakaman pasien PDP Covid-19.

“Sebenarnya mereka tidak bisa turun seperti itu, karena dalam protapnya harus menggunakan tali saat menurunkan peti ke lubang lahat, Cuma keluarga minta dari rumah sakit ke rumah duka petugas yang tangani, sampai di lokasi  keluarga ikut turun.” Terangnya.

Sebelumnya, Pasien berinisial II (56) masuk Rumah Sakit Aloei Saboe pada (24/5) dengan gelaja tipes dan dinyatakan reaktif Rapid. Pasien Meninggal (27/5) Pukul 11.10 dan sementara menunggu hasil Swab PCR. (ERIK)