Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Pemerintah Bersiap Implementasikan Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

×

Pemerintah Bersiap Implementasikan Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Sebarkan artikel ini
Devisa Hasil Ekspor

Dulohupa.id – Pemerintah terus mematangkan persiapan menjelang pemberlakuan dua kebijakan ekonomi strategis yang dijadwalkan berjalan serentak pada 1 Juni mendatang. Langkah ini diambil guna memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Indonesia telah melaporkan langsung kesiapan rencana implementasi ini kepada Presiden.

“Kami melaporkan ke Bapak Presiden terkait dengan rencana implementasi dari dua hal, yaitu pelaksanaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang berlangsung tanggal 1 Juni besok, dan juga pelaksanaan eksportasi CPO, batu bara, serta ferroalloy yang akan dikelola oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta.

Guna memastikan payung hukum kebijakan ini berjalan matang, Airlangga menegaskan bahwa seluruh instrumen regulasi pendukung kini sedang diselesaikan oleh kementerian dan lembaga terkait.

“Berbagai instrumen regulasi, baik dari Permendak, Bank Indonesia (BI), maupun dari Menteri Keuangan akan disiapkan dan diselesaikan sebelum tanggal 1 Juni,” tuturnya.

Selain kesiapan regulasi, pemerintah juga bergerak cepat merangkul para pelaku usaha. Sosialisasi masif kepada berbagai asosiasi komoditas terkait langsung digelar sore ini untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai mekanisme baru tersebut.

Melihat situasi geopolitik dan konflik global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pemerintah turut mengambil langkah antisipatif demi menjaga stabilitas aktivitas masyarakat dan roda ekonomi. Salah satunya adalah dengan memperpanjang masa kerja dari rumah.

“Dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home (WFH) untuk dua bulan ke depan,” kata Airlangga.

Tidak hanya itu, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang merancang paket insentif ekonomi tambahan. Stimulus ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama agar pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tetap bergerak positif dan progresif.

Menanggapi adanya kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mengenai keterlibatan PT Danantara dalam jalur ekspor, Menko Perekonomian meminta para eksportir untuk tetap tenang. Ia memastikan skema bisnis existing tidak akan terganggu.

“Seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing, baik batu bara, CPO, maupun feronikel. Hanya saja, dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada Danantara,” jelasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau jalannya kebijakan baru ini di lapangan. Airlangga menyebutkan bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan, pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan (fine-tune) terhadap sistem pelaporan agar berjalan lebih efisien bagi semua pihak.