Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOPEMKAB BONE BOLANGO

Meski Kemarau, Petani Bone Bolango Tetap Semangat Garap Sawah

×

Meski Kemarau, Petani Bone Bolango Tetap Semangat Garap Sawah

Sebarkan artikel ini
Petani Sawah
Sejumlah petani mulai mengolah lahan persawahan di Bone Bolango meski di tengah musim kemarau. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Musim kemarau yang berlangsung cukup lama di Gorontalo, cukup berdampak khususnya disektor pertanian. Meski begitu, hal ini tak menyurutkan semangat para pejuang Penyangga Tatanan Negara Indonesia (Petani) ini.

Di sejumlah tempat di Kabupaten Bone Bolango, para petani ini terlihat sudah mulai melakukan pengolahan lahan persawahan, meskipun sedikit mengalami ketertundaan waktu akibat kemarau berkepanjangan.

Di berbagai titik persawahan ini, terlihat para petani sibuk membajak dan meratakan lahannya. Salah satunya Om Hamu, petani di Desa Bube, Kecamatan Suwawa. Ia mengatakan bahwa sudah kurang lebih seminggu ini mulai kembali beraktivitas di sawah.

“Sudah mulai masuk tanam disini. Saya punya itu dari tanggal 12 kemarin ada hambur (bibit padi/menyemai),” ujar Om Hamu kepada Dulohupa, Selasa (20/10/2026).

Meskipun sudah mulai melakukan aktivitas di ladang, namun kata Om Hamu, ini cukup tertunda dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Sudah ada dua bulan ini (kembali mengolah sawah). Biasanya kan habis panen, langsung ba olah kembali, tapi ini tertunda,” ucapnya.

Menurut dia, tertundanya waktu musim tanam ini disebabkan sejumlah faktor. Dan tak lain, salah satunya karena kemarau saat ini.

“Ini karena kemarin ada pembangunan irigasi disini, jadi air di tutup sepenuhnya. Baru juga ini kemarau, tidak ada hujan begini,” jelasnya.

“Alhamdulillah air sudah ada, jadi bisa mengairi ke sawah. Ini kami kembali mengolah lagi,” lanjut Om Hamu.

Walaupun saat ini dirinya bersama sejumlah petani lain mulai melakukan pengolahan sawah, namun ia cukup prihatin dengan kondisi ditempat lain. Pasalnya, lahan persawahan yang mulai dikelola ini banyaknya karena tepat berada di dekat irigasi. Sehingga ladang bisa cepat di aliri air.

“Ini juga karena (ladangnya) pas didekat irigasi. Jadi lahan-lahan disekitar Bune, Dutohe, Bube Baru sudah bisa ba olah. Tapi kalau yang lain kasihan, air susah bisa masuk. Apalagi belum hujan-hujan begini kan,” tambah Om Hamu.

“Semoga ini kemarau somo selesai, supaya mulai hujan. Baru juga mudah-mudahan irigasi-irigasi yang sedang dibangun cepat selesai, supaya petani lain bisa cepat olah sawah,” sambungnya.

Sebelumnya  Ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu pasokan air bagi lahan persawahan mendorong Komisi Irigasi Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus memastikan keberlangsungan usaha tani di tengah tantangan perubahan kondisi iklim.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini agar keterbatasan air tidak semakin mengganggu aktivitas pertanian. Menurutnya, pengelolaan air harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kebutuhan lahan pertanian serta kondisi jaringan irigasi yang tersedia.

“Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha tani dan produktivitas padi. Karena itu, pemanfaatannya perlu diatur secara terencana agar pasokan yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efektif,” tegas Roswaty.

Reporter: Yayan