Dulohupa.id- Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 untuk tahap awal pengiriman telah sampai di Indonesia pada 6 Desember kemarin. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto pada Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (10/12) mengungkapkan, bahwa tahap pertama vaksinasi menyasar tenaga kesehatan (nakes) di Jawa dan Bali.
Meski begitu, sebetulnya rencana pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap awal itu adalah 3 juta dosis. ITAGI dan SAGE merekomendasikan, apabila ketersediaan vaksin terbatas di tahap awal, maka target sasaran adalah kelompok berisiko. Kelompok itu di antaranya adalah tenaga kesehatan beserta tenagapenunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
Jika dihitung, 1,2 juta dosis vaksin yang tiba di Indonesia tersebut hany akan bisa menyasar 600 ribu orang. Perhitungannya adalah kemasan vaksin dalam bentuk single dose vial dan pemberian sebanyak 2 dosis per orang dengan interval pemberian 14 hari (jarak pemberian dosis pertama ke dosis kedua).
Alasan pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan kepada tenaga kesehatan di Jawa dan Bali, sebab pertimbangannya dalah kasus konfirmasi COVID-19 di kedua wilayah tersebut tertinggi. Kemudian, populasi penduduk di wilayah tersebut juga menjadi ukuranya.
Pemberian vaksinasi untuk tenaga kesehatan di luar dua provinsi itu, menunggu pengiriman vaksin selanjutnya, yakni sebanyak 1,8 juta dosis vaksin.
Vaksin sendiri menjadi strategi penanggulangan pandemi COVID-19 oleh pemerintah Indonesia. Tetapi tentunya, hanya pemerintah akan memperhatikan kemanan dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Editor











