Untuk Indonesia

Masyarakat Pembuat Pakan Ikan di Dengilo Minta Pemerintah Sediakan Bahan Baku

Dulohupa.id- Kelompok masyarakat pelaku usaha industri pakan ikan di Desa Padengo, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, meminta dukungan kebijakan pemerintah dalam menyediakan bahan baku.

Suleman Supu, ketua pelaku usaha industri itu mengaku, kurangnya bahan tersebut karena kelompoknya sendiri belum mampu menyediakan bahan baku, sehingga saat ini kelompoknya masih sangat memerlukan uluran tangan dari pemerintah setempat. 

“Ada enam macam bahan baku yang diperlukan, yaitu, jagung, ikan kering, terasi, dedak padi, dedak jagung, dan arlut (tepung ketan). (Ketiadaan bahan baku) itu kendala kami untuk memproduksi pakan pelet ikan (air tawar) dan ternak ini,” ungkap Suleman Supu pada Sabtu (16/10/2021).

Selain bahan baku, kendala yang juga dialami oleh pihaknya adalah alat produksi. Sejauh ini kata Suleman, pihaknya hanya mengandalkan mesin produksi yang berada jauh dari desa tersebut. Hal tersebut yang kemudian menyebabkan pihaknya kurang maksimal dalam bekerja. 

“Kami sudah bilang sama kepala desa, bahwa mesin ini tempatnya terlalu jauh, sehingga menyebabkan kami kesulitan, karena harus bolak balik ke sana kemari, belum lagi kami kalau ada urusan lain, maka pekerjaan kita tidak akan maksimal,” ujarnya.

Padahal menurutnya, kelompok usaha industri masyarakat ini jika bisa berkembang, maka pihaknya akan memasarkan produknya ke luar daerah. 

“Kalau misalnya banyak yang pesan di sekitaran sini, otomatis kita utamakan disekitar ini. Yah namanya juga usaha pak, pasti awalnya berat. Memang cita-cita kita ini bisa terjual sampai ke perusahaan dan bahkan keluar daerah,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Pandengo, Suharto Hasan mengungkapkan, bahwa bahan baku pembuatan pakan itu sendiri memang banyak terdapat di desa tersebut. Hanya saja, pemerintah desa belum menganggarkan untuk pengadaan bahan baku tersebut. 

Dirinya juga mengaku, usaha kelompok masyarakat yang digagas ini, masih dalam tahap uji coba, dan masih diperuntukkan untuk kelompok itu sendiri. Bahkan, masih belum mencukupi kebutuhan kelompok.

“Usaha ini masih sebatas untuk kebutuhan dari kelompok itu sendiri, belum untuk pemasarannya,” ungkap Suharto. 

Meski begitu, keluhan itu akan diperhatikan lagi dan akan dikembangkan lagi, sehingga pakan tersebut dapat dijual di desa itu sendiri dan bahkan di daerah-daerah lainnya.

“Ke depannya ini bukan hanya melayani kelompok yang ada di Desa Padengo itu sendiri, namun kita harus bisa melayani kelompok-kelompok yang ada di luar desa, sehingga kelompok itu bisa berkembang bagus dan bisa mandiri, sehingganya mampu mempromosikan produknya sampai keluar daerah,” tutupnya.**

Comments are closed.