Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKOT GORONTALO

Masih Level 3, Maturitas SPIP Kota Gorontalo Ditargetkan Capai Level 4

×

Masih Level 3, Maturitas SPIP Kota Gorontalo Ditargetkan Capai Level 4

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memberi sambutan di kegiatan Bimtek SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko Pemerintah Daerah/ Humas Pemkot Gorontalo

Dulohupa.id- Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menargetkan tingkat maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kota Gorontalo berada di level 4 pada tahun 2021.

Marten mengungkapkan hal tersebut saat membuka Bimtek SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh Inspektorat, di Kota Manado, Rabu (16/6).

“SPIP adalah proses yang integral pada kegiatan dan tindakan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai. Kota Gorontalo pada tahun 2020 capai level 3 dengan skor 3,125 dan menargetkan naik level di tahun ini,” ujar Marten.

Lebih lanjut ia menjelaskan, level maturitas SPIP sendiri merupakan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP untuk mencapai tujuan pengendalian intern yang ditentukan oleh eksistensi control design.

Sifatnya hard control, meliputi berbagai kebijakan dan pedoman sebagai alat pengendali dalam manajemen pemerintahan. Sementara sifat soft control-nya mencakup perilaku pelaku yang tercermin dalam komponen lingkungan pengendalian berupa integritas, nilai etika, filosofi manajemen, dan gaya operasi.

Dengan adanya kegiatan Bimtek SPIP, ia meminta agar inspektorat menjadi driver bagi seluruh OPD di lingkungan pemerintah daerahnya, khususnya Kota Gorontalo dalam memahami dan menerapkan sistem pengendalian intern secara tepat.

Dia menekankan bahwa SPIP ini tidak hanya mengenai korupsi, kolusi dan nepotisme, tetapi juga mengenai bagaimana pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Pengendalian internal harus diimplementasikan dan dijadikan sebagai ‘culture’ yang selalu melekat dalam setiap langkah pelaksanaan kegiatan sehari-hari. pengendalian internal adalah sebuah penerapan good corporate governance di sektor publik,” tandas Marten. 

Reporter: Yunita Humola