Dulohupa.id- Sejumlah Nelayan di Kabupaten Pohuwato, dilatih dalam memantau cuaca buruk. Sebab, sejauh ini, terjadi banyak kecelakaan nelayan di Pohuwato yang diakibatkan oleh cuaca buruk.
Pelatihan bertajuk Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Tahun 2021 dengan tema “Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca” itu digelar di Ruang Panua, Kantor Bupati Pohuwato siang tadi, Kamis (17/6). Adapun kegiatan itu merupakan kerja sama antara BMKG Gorontalo bersama dinas perikanan, Basarnas, dan TNI AL.
Seorang anggota Basarnas Gorontalo, Rudi Moerad mengungkapkan, bahwa dalam pelatihan itu, pihaknya memberikan penguatan kapasitas kepada para nelayan dalam menyelamatkan diri jika berada di kondisi bahaya di laut.
Minimal kata Rudi, ketika berada di laut dan terjebak cuaca buruk, nelayan sudah tahu apa yang harus ia lakukan, sehingga potensi kecelakaan dapat dihindari.
“Pada saat melaut, para nelayan harusnya selalu pakai Alat Pelindung Diri (APD), agar ketika pada saat terjadi kecelakaan, nelayan sudah siap dan mampu meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap Rudi Moerad salah satu anggota BASARNAS saat memberikan materi.
Selain itu, kemampuan yang menurut Rudi yang harus dikuasai oleh nelayan adalah, mampu berenang, dan tahu bagaimana tips berenang dalam waktu yang lama di tengah laut.
“Ada beberapa cara berenang dengan baik, salah satunya di saat berada di air, badan kita harus dirapatkan agar badan kita tetap hangat,” jelas Rudi.
Lalu, jika mengalami kecelakaan saat memancing, kata dia nelayan harus sigap melaporkan kejadiannya.
“Pada saat kejadian langsung melapor pada saat itu juga, jangan nanti sudah berapa hari setelah kejadian terus melapor, maka itu akan menjadi kesulitan bagi kami juga di saat melakukan evakuasi,” tutupnya
Reporter: Hendrik Gani












