Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Kuasa Hukum Neslon-Hendra Menilai Rekomendasi Bawaslu Terlalu Dipaksakan

Dulohupa.id – Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo, yang menyatakan adanya pelanggaran administrasi oleh calon Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, dinilai terlalu dipaksakan. Sebab, dalil laporan yang menjadi acuan Bawaslu melakuan pemeriksaan dan pengkajian, sudah pernah menjadi temuan panwaslu dan bawaslu beberapa waktu yang lalu. Sehingga tidak tepat jika perkara tersebut masih diregistrasi oleh bawaslu.

“Hand Sanitizer dan bantuan perikanan itu sudah pernah diperiksa berdasarkan temuan Panwas dan Bawaslu beberapa waktu lalu. Hingga batas akhir waktu penanganan perkara tidak jelas informasi penanganan perkara itu, sehingga kami anggap ini sudah lewat dan tidak ada masalah lagi,” ujar Rio Potale, Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo-Hendra Hemeto.

Rio mengungkapkan, Bawaslu Kabupaten Gorontalo mendalilkan produksi hand sanitizer memenuhi unsur pelanggaran Pasal 71 ayat (3) Undang-undang nomor 10 Tahun 2016. Sementara barang yang dimaksud baru sebatas sampel yang sedang dalam tahap pengujian klinik di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo. Artinya, belum beredar ke masyarakat karena belum ada izin edar, dan belum ada.

“Dalil bukti screenshoot (tangkapan layar) pemberitaan di media, menunjukkan ketidakcermatan serta tidak profesionalnya Bawaslu Kabupaten Gorontalo. Sebab yang diberitakan di media itu launching, (jadi) sebatas perkenalan. Seharusnya pembuktiannya adalah barang itu diedarkan kepada masyarakat,” urai Rio Potale.

Tambah Rio, “bagaimana mungkin sesuatu yang belum diterima belum beredar, tidak ada yang membagikan dan tidak ada masyarakat yang menerima, tapi dijadikan bukti? Jadi ini terlalu dipaksakan,” tegasnya.

Demikian halnya mengenai bantuan dinas perikanan yang dimaksudkan oleh Bawaslu. Menurut Rio, di dalam kegiatan itu, tidak ada ajakan untuk memilih atau melarang ataupun menghalangi orang untuk memilih.

“Pak Nelson saat itu, hanya menyerahkan bantuan, itu kapasitas beliau sebagai Bupati. Tidak ada ajakan untuk memilih. Tujuan bantuan jelas untuk pemulihan ekonomi akibat COVID-19. Dan kegiatan seperti itu turut dilakukan oleh seluruh kepala daerah di tanah air,” ungkapnya.

Berikutnya, terkait dengan Touring Komunitas Motor. Menurut Rio Potale, kapasitas calon bupati Nelson Pomalingo hanya menghadiri undangan dari komunitas motor.

Sehingga, dari sejumlah alasan tersebut, sikap Bawaslu Kabupaten Gorontalo, akan dibawa ke jalur hukum yaitu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Reporter: Mega