Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

KPU, Bawaslu, PPK dan PPS Penyelenggara Pilkada Wajib Jalani Rapid dan Swab Tes

Dulohupa.id– Seluruh penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Gorontalo bakal menjalani tes bebas Covid-19. Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan menyebarnya virus Covid-19, saat penyelenggaraan Pilkada, yang rencananya akan dilaksanakan Desember 2020 mendatang.

“Saya tidak mau penyelenggara pilkada kita tidak menaati protokol kesehatan. Jangan sampai teruang lagi, seperti pada pileg dan pilpres 2019 kurang lebih 500 petugas yang meninggal sia-sia. Itu saja tidak ada corona 500 lebih meninggal, apalagi kondisi covid-19 seperti sekarang ini, kalian capek mudah terpapar virus,” Tegas Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat memimpin langsung rapat pembahasan kesiapan Pilkada 2020, di dua daerah di Provinsi Gorontalo belum lama ini.

Tak hanya Rapid Tes, Penyelenggara Pilkada, baik PPS, PPK, Panwascam, Bawaslu hingga KPU Kabupaten, juga akan diwajibkan menjalani swab test. Bahkan, rapid test akan dilakukan setiap minggu saat tahapan PIlkada berlangsung.

“Kalau petugasnnya terpapar pasti masyarakat tidak mau ke TPS. Satu atau dua saja petugas KPU yang terinformasi kepada masyarakat terinfeksi corona, saya yakin pasti akan menjadi ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS. Padahal kita berkeinginan agar maksimal partisipasi masyarakat untuk memberikan suaranya,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan, ia juga akan menyurat ke gugus tugas pusat dan BNPB untuk meminta bantuan APD, yang nanti akan digunakan oleh penyelenggara pilkada di Gorontalo.

Sebelumnya, berdasarkan data terkini, ada 624 orang Panwascam dan Panwas Desa/Kelurahan yang telah diaktifkan kembali. Rinciannya, Kabupaten Gorontalo sebanyak 57 Panwascam dan 205 Panwas Desa/Kelurahan. Bawaslu Bone Bolango 54 Panwascam dan 165 Panwas Desa/Kelurahan. Dan Bawaslu Pohuwato ada 39 Panwascam dan 104 Panwas desa/kelurahan. Sehingga totalnya sebanyak 150 orang Panwascam dan 474 orang Panwas desa/kelurahan. (*/DP-02)