Scroll Untuk Lanjut Membaca
FeatureGORONTALO

Kisah Briptu Daffa: Dari Ngamen, Tukang Pijat hingga Buka Usaha Bakso di Gorontalo

×

Kisah Briptu Daffa: Dari Ngamen, Tukang Pijat hingga Buka Usaha Bakso di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Briptu Daffa Mahesa
Briptu Daffa saat melayani pembeli di lapak bakso miliknya di area Bundaran, Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Prinsip “yang penting dapat duit halal dan tidak membuat malu” menjadi pegangan hidup Briptu Daffa Mahesa Hamid. Anggota Binmas Polda Gorontalo berusia 23 tahun ini membagikan kisah perjuangannya dari masa sulit hingga kini berhasil mengelola bisnis kuliner bakso dan dumpling di sela-sela tugasnya sebagai korps Bhayangkara.

Pria asli Lampung tersebut lolos seleksi Polisi pada tahun 2020 melalui jalur prestasi dan resmi dilantik setelah menyelesaikan pendidikan di SPN pada 2021. Daffa menceritakan bahwa perjalanannya tak mudah. Sebelum memakai seragam coklat, ia pernah melakoni berbagai pekerjaan kasar demi bertahan hidup dan membantu keluarga.

“Saya pernah ngamen, jadi tukang pijat,hingga jualan siomay keliling. Yang penting dapat uang halal dan itu tidak membuat saya malu,” ungkap Briptu Daffa.

Kegemarannya memasak mendorong Daffa mencoba peruntungan di dunia usaha. Pada 2021, ia mulai merintis bisnis siomay keliling. Bisnisnya sempat berkembang pesat hingga memiliki 9 lapak yang tersebar di berbagai titik.

Namun, dinamika pekerjaan sebagai anggota kepolisian membuatnya harus mengesampingkan ekspansi tersebut. Kurangnya waktu untuk mengontrol operasional secara langsung menjadi alasan utama ia memangkas jumlah lapaknya.

“Kurangnya waktu menjadi alasan tidak bisa mengontrol penjualan,” jelasnya. Saat ini, ia berfokus mengelola satu lapak utama yang berlokasi strategis di area Bundaran.

Di lapaknya, Daffa menawarkan aneka varian menu unik. Untuk bakso, tersedia ukuran besar seharga Rp10.000 dan ukuran kecil Rp5.000. Selain bakso, terdapat pula pilihan dumpling, olahan daging lobster, hingga dumpling udang keju. Keunggulan usahanya terletak pada variasi rasa seperti kacang, barbeku saus rempah, hingga mayones kecap rica dengan racikan barbeku saus kacang rica sebagai varian yang paling direkomendasikan.

Dari satu lapak ini, Daffa mampu mengantongi omzet harian yang terbilang fantastis, yakni berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari.

“Perbandingannya 60 persen untuk modal bahan dan operasional, sementara keuntungan bersihnya sekitar 40 persen,” tuturnya.
Kisah Briptu Daffa menjadi bukti bahwa profesi sebagai pengayom masyarakat tidak membatasi seseorang untuk berkarya dan berwirausaha secara mandiri serta halal.

Reporter: Pino