Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIPERISTIWA

Harga Daging Ayam di Kota Gorontalo Naik 50 Persen, Ini Penyebabnya

×

Harga Daging Ayam di Kota Gorontalo Naik 50 Persen, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Daging ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo/FOTO: Yusuf Konoli

Dulohupa.id- Memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H, Harga daging ayam di Kota Gorontalo naik hingga 50 persen. Dari yang awalnya dihargai Rp 18 ribu per kilogram, per Jumat (9/4) naik hingga Rp 27 ribu. 

“Sejak Lima hari terakhir ini, harga daging ayam sekarang mencapai Rp 27 ribu per kilogram. Sebelumnya harganya Rp 18 ribu per kilogram,” ujar Yakop Mohammad, salah satu pedagang.

Warga Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, itu menjelaskan, bahwa kenaikan harga daging ayam dipicu oleh melonjaknya permintaan. 

“Terjadi kenaikan harga ayam potong, karena dalam dekat ini banyak yang membeli langsung di kandang, di peruntukan kegiatan hajatan, dan doa lainya, sehingga terjadi kenaikan harga,,” ungkap Yakop.

Akibatnya, banyak warga yang kemudian mengeluhkan harga tersebut. Meski begitu kata dia, kenaikan harga daging ayam itu bukan dari para penjual pasar. 

“Pembeli mengeluh dengan harga yang sekarang ini,  sudah melonjak naik sekitar Rp 9 ribu, dan itu bukan dari kami pedagang terjadi kenaikan,”tutur Yakop

Sementara itu, Doni Mohammad, juga seorang pedagang ayam potong, dan merupakan warga Kelurahan Limba A, Kecamatan Kota Tengah menuturkan, kenaikan harga ayam potong miliknya mencapai Rp 28 Ribu per kilogram.

“Harga ayam potong mencapai Rp 28 ribu per kilogram sebelumnya Rp 23 ribu. Kenaikan sudah dari kemarin-kemarin,”ujar Doni.

Doni tidak mengetahui penyebab kenaikan harga ayam potong tersebut, karena ia menganggap biasa kenaikan harga jelang Ramadhan. 

“Memang kalau jelang puasa harga pasti naik, apakah dipengaruhi tradisi atau tidak,” tutup Doni.

Reporter: Yusuf Konoli