Guru SD-SMP Se-Kabupaten Pohuwato Jalani Swab Test

Dulohupa.id– Sebanyak 117 orang guru tingkat SD dan SMP di Kabupaten Pohuwato jalani swab tes. Swab tes di lakukan sebagai upaya untuk melakukan pelacakan penyebaran covid-19 di kalangan guru SD dan SMP di Pohuwato.

Sekretaris Satgas Covid-19 Pohuwato, Ramon Abdjul menerangkan, swab tes di lakukan jelang pembukaan kembali aktivitas belajar tatap muka di Kabupaten Pohuwato.

“Memang ada 117 orang guru SD dan SMP yang di swab kemarin, sebagai upaya pelacakan penyebaran covid-19 yang di lakukan pemerintah kepada guru-guru tersebut. Juga sebagai kesiapan terhadap tenaga pendidik saat menghadapi pembukaan sekolah nantinya.” ujar Ramon kepada Dulohupa.id, Selasa (5/1).

Ramon juga menjelaskan, salah satu syarat pembukaan sekolah ialah seluruh tenaga pendidikan harus dilakukan swab. Hal ini agar di ketahui ada berapa orang guru yang terlacak positif covid-19.

“Salah satu syarat sekolah akan di buka, seluruh tenaga pendidikan akan di lakukan swab. Meskipun rencana pembukan sekolah SD dan SMP di Pohuwato kemarin di batalkan karena peningkatan kasus covid-19 kemarin. Tapi, pelacakan ataupun tes swab terus di laksanakan kepada tenaga pendidik di Pohuwato,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Lusiana Bouti mengatakan, tes swab di lakukan untuk mendeteksi tingkat kesehatan guru dan tenaga pendidik di Pohuwato.

“Swab ini di lakukan kepada seluruh guru SD dan SMP di Pohuwato. Untuk melihat sejauh mana kesiapan tenaga pendidik dari segi kesehatan mereka.” ujarnya.

Lusiana juga menyampaikan, jika hasilnya sudah keluar dan ada yang positif dengan jumlah yang sangat banyak. Maka kebijakan pembukaan kembali sekolah akan di tunda.

“Kalau misalnya yang positif hanya sedikit, seperti halnya dalam satu sekolah itu hanya 1 orang. Kemungkinan besar akan di buka tapi harus menunggu kajian bersama dengan pemerintah daerah. Tapi harapannya semua guru yang di lakukan tes swab hasilnya negatif Covid-19, dan wilayah Pohuwato kembali ke zona hijau dan sekolah sudah bisa dibuka kembali,” harap Lusiana.

 

Reporter: Zulkifli Mangkau