Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Dugaan Kasus Perampasan Boliyohuto Masuk Kejaksaan

Dulohupa.id – Dugaan kasus perampasan kendaraan bermotor yang terjadi di Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo pada awal Mei 2020, yang ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Gorontalo, akhirnya masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo, setelah pada Kamis (02/07) dilakukan Tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan tersangka, dari Penyidik Satuan Reskrim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepada awak media, Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK, melalui Kasat Reskrim AKP M Kukuh Islami SIK menjelaskan, setelah dilakukannya proses tahap II, maka tugas penyidik Satuan Reskrim sudah selasai dan saat ini, kelanjutan perkaranya ada ditangan JPU.

“Barang bukti dan tersangkanya sudah kita serahkan pagi tadi sebagai proses tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan tersangka. Kelima tersangka kita jerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atau ke-2 pasal 368 ayat (1) KUHP JO pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” terangnya

Sementara itu Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo Dr Supriyanto SH melalui Kasi Pidum Victor Raymond saat dikonfirmasi, membenarkan adanya pelaksanaan tahap II yang dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Gorontalo, serayan mengatakan dalam waktu dekat perkara ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Limboto untuk segera disidangkan.

“Proses Tahap II sudah kita terima pagi tadi. Saat ini ke Lima pelakunya sudah kita titipkan ke Polres Gorontalo sambil menunggu perkaranya untuk segera disidangkan. Yang jelas perkaranya akan kita genjot untuk segera masuk dalam persidangan,” tambahnya.

Sementara itu seperti diketahui sebelumnya, pada 3 Mey 2020 di Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, telah terjadi dugaan kasus perampasan sepeda motor milik Ismail Usman dengan nomor Polisi DM 1352 AL, yang dilakukan oleh 5 tersangka masing-masing YRP, MD, AD, IB dan FA, dengan cara memberhentikan sepeda motor yang dikendarai korban dengan modus menjadi kolektor dari salah satu pembiayaan yang beroperasi di Gorontalo, dan ditugaskan menyita kendaraan milik korban, karena ditenggarai masih menunggak. Namun oleh para pelaku bersepakat kendaraan tersebut akan dijual, dengan dalil pembiayaannya sudah tutup. (Dade)