Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Frustasi Penyakit Syaraf, Warga Biau Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dulohupa.id – Warga Desa Omuto, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara selasa (30/6) gempar. Salah seorang warganya, Ishak Lagarusu (40) ditemukan tewas gantung diri menggunakan seutas tali di dalam kamar rumahnya. Diduga Ishak nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu, akibat frustasi karena penyakit syaraf yang tak kunjung sembuh.

Menurut sejumlah sumber yang dirangkum Tim Dulohupa.id, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya Ati Dehi (37). Saat itu, sebelum ditemukan tewas tergantung, korban masih sempat menyuruh istrinya mengambil kue di rumah keluarga mereka, yang letaknya tidak jauh dari rumah korban. Berselang sekitar 30 menit kemudian, saat istri korban pulang kondisi rumah salah dalam terkunci.

Ati pun berusaha paksa membuka pintu bagian belakang dan masuk kedalam rumah. Namun dirinya tidak melihat dan menemukan korban, sehingga Ati Dehu langsung mencarinya ke dalam kamar depan dan menemukan korban dalam posisi tergantung didalam kamar, dengan seutas tali yang diikat pada kayu balok yang terlintang.

Melihat hal tersebut, Ati Dehu langsung lari ke rumah tetangga guna meminta pertolongan, yang saat itu bertemu dengan salah satu saksi. Dibantu oleh saksi ini, keduanya berusaha membuka tali ikatannya.Namun karena tidak bisa dibuka, maka istri korban kemudian mengambil parang dan memberikannya kepada saksi untuk cepat membukakan ikatan tali dengan cara memotongnya dengan parang.

Meskipun sudah diberikan nafas buatan oleh saksi, namun nyawa korban tidak juga dapat tertolong dan telah menghembuskan nafasnya ditiang gantungan.

Kasat Rekrim Polres Gorut AKP Syangf Kalibato. SH kepada awak media menjelaskan, saat dimintai keterangan Ati Dehu Istri korban menjelaskan, bahwa awalnya korban memang sudah menderita penyakit saraf dan pengeluhan sakit kepala, dada serta sering kesemutan bagian kaki.

Korban juga dikatakan oleh Kasat Reskrim korban sudah berulang kali pesan kepada istri dan anak-anaknya bahwa korban ingin cepat-cepat mati, dan kalau mati tolong disembahyangkn di mesjid.

Ditambahkan oleh AKP Syang bahwa korban ini juga frustasi dengan istrinya yang pertahankan anaknya akan pergi sekolah di Jokja, sedangkan hidup mereka saat ini masih pas-pasan.

“Keluarga Korban menolak untuk di lakukan otopsi dalam maka Polsek Tolinggula menghubungi tenaga medis puskesmas Biau untuk melakukan visum luar saja untuk lebih memastikan penyebab korban meninggal dunia,” terangnya. (Dedi)