Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Dua Pelaku Penembakan Panah Wayer di Jalan Bali Diringkus Polisi

81
×

Dua Pelaku Penembakan Panah Wayer di Jalan Bali Diringkus Polisi

Sebarkan artikel ini
Dua pelaku penembakan panah wayer di ringkus polisi.
Dua pelaku penembakan panah wayer di Jalan Bali saat berada di ruang reskrim Polres Gorontalo Kota.

Dulohupa.id – Polres Gorontalo Kota berhasil mengamankan pelaku penembakan panah wayer kepada seorang wanita yang terjadi di Jalan Bali, Kota Gorontalo. Selasa (5/11/19)

Dari hasil pemeriksaan korban dan saksi, akhirnya polisi mengenali ciri-ciri pelaku, keduanya langsung diamankan di rumah meraka tanpa perlawanan, Rabu (6/11/19)

Masing-masing pelaku berinisial NG dan Y. NG Merupakan warga Kabupaten Bone Bolango sedangkan Y merupakan warga Kota Gorontalo.

Menurut Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro Agiston Putra, wanita yang mengalami luka akibat tembakan panah wayer ini merupakan korban salah sasaran dari dua kubu yang bertikai, anak panah wayer yang ditembakan oleh pelaku malah mengenai seorang wanita yang saat itu melintas di Jalan Bali, Kota Gorontalo.

“Untuk motif, hasil dari penyelidikan ada persainagan antara kelompok, dimana ada ketersinggungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain kemudian salah satu kelompok melampiaskan dengan menembakan panah wayer kepada salah seorang yang merupakan anggota kelompok lawan, namun tembakannya salah sasaran dan mengenai seorang wanita yang melaintas di Jalan Bali, Kota Gorontalo.” Jelas Desmont

Saat melancarkan aksinya, kedua pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung kabur setelah menembakan panah wayer. Dalam kasus ini, NG merupakan pelaku utama, sedangkan Y orang yang membantu NG mengendarai sepeda motor.

Kapolres juga mengatakan, salah seorang pelaku yang berinisial NG merupakan residivis kasus yang sama dan telah menjalani hukuman kurungan penjara selama 1 tahun enam bulan.

“NG alias Imam merupakan residvis kasus yang sama pada tanggal 30 oktober 2019 dan juga si Imam pernah ditahan dengan kasus penganiayaan selama 1 tahun 6 bulan.”

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal undang undang darurat, pasal perlindungan anak, dan pasal 351 teantang kepemilikan barang tajam. Kedua pelaku diancam hukuman 10 tahun penjara. (Kibong)