Dulohupa.id — Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Gorontalo resmi menggelar pengangkatan dan pelantikan advokat baru di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Gorontalo, Rabu (30/09/26)
Momen ini menjadi langkah krusial bagi para calon advokat sebelum secara resmi diambil sumpahnya oleh Pengadilan Tinggi.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengangkatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah dan pemangku kepentingan hukum. Turut hadir Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, perwakilan PTUN Gorontalo, jajaran Polda dan Kejaksaan Tinggi, Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dekan Fakultas Hukum Universitas Gorontalo, serta para advokat senior.
Dalam pidato sambutannya, Ketua DPC PERADI Gorontalo, Arif Ibrahim, menekankan betapa besarnya bobot moral yang kini dipikul oleh para advokat yang baru dilantik.
“Baju yang Anda gunakan pada malam ini terasa ringan, tetapi tanggung jawab yang ada di pundak Anda sangatlah berat. Baju ini hanya simbolis, namun secara filosofis, Saudara-Saudara telah mengemban tugas profesi dan menjunjung tinggi etika,” ujar Arif Ibrahim di hadapan para peserta dan undangan.
Arif mengingatkan bahwa advokat adalah officium nobile—sebuah profesi yang mulia. Oleh karena itu, integritas harus menjadi panglima dalam setiap penanganan perkara.
“Advokat bertugas bukan hanya membela orang yang sanggup membayar, melainkan membela mereka yang mencari keadilan, kepastian hukum, serta masyarakat yang butuh pengetahuan akan hukum. Tiga hal tersebut harus dipegang teguh,” tegasnya.
Menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum DPN PERADI, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., Arif memenandaskan pentingnya menjaga etika serta menghindari dinamika internal yang merusak marwah organisasi.
“Tingkatkan kompetensi diri dan hindarilah fitnah-fitnah sesama anggota maupun pengurus. Contohlah senior yang benar-benar menjunjung tinggi etika profesi. Jangan sampai hari ini dilantik, besok dapat klien lalu marah-marah di pengadilan hingga naik ke atas meja. Jaga marwah profesi kita,” imbau Arif.
Arif Ibrahim juga memaparkan perkembangan pesat organisasi yang dipimpinnya. DPC PERADI Gorontalo kini mencatatkan total 148 anggota dan berhasil naik kelas dari DPC kategori kecil menjadi DPC menengah. Luar biasanya lagi, dalam tiga tahun terakhir, Gorontalo berhasil mempertahankan angka kelulusan Ujian Profesi Advokat (UPA) sebesar 100%.
Menutup arahannya, Arif menegaskan komitmen kepemimpinannya di DPC PERADI Gorontalo yang selalu berorientasi pada pelayanan anggota.
“Saya dilantik dan disumpah sebagai Ketua DPC, pada hakikatnya hanya sebagai pelayan bagi anggota saya. Saya siap melayani Saudara-Saudara sekalian, khususnya dalam pengurusan administrasi hingga berita acara sumpah,” pungkas Arif.
Redaksi Dulohupa











