Cerita Pedagang di Kawasan Pohon Cinta yang Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Dulohupa.id- Sejak pandemi mewabah di Indonesia khususnya di Kabupaten Pohuwato, kelompok yang terdampak ialah para penjual jajanan serta penyedia jasa hiburan mainan anak-anak dan lainnya di kawasan Pantai Pohon Cinta.

Makanya, meski pandemi COVID-19 belum usai, para pedagang dan penjual ini bisa merasakan udara yang segar ketika pemerintah mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pertengahan tahun 2020 kemarin.

Sejak saat itulah, perekonomian para pedagang dan penyedia fasilitas mainan anak-anak kembali membaik, meski tidak membaik seperti sebelum COVID-19 mewabah.

Hari-hari sulit memang harus mereka lalui, para penjual dan pedagang harus tetap bertahan, dan harus kreatif memanfaatkan peluang, dan hal itu harus mereka lakukan. Apalagi, pencabutan kebijakan PSBB tak akan langsung membuat seluruh masyarakat keluar rumah, karena masih takut dengan penyebaran virus.

Kawasan Pohon Cinta/FOTO:Zulkifli Mangkau
Kawasan Pohon Cinta/FOTO:Zulkifli Mangkau

Tetapi, seiring berjalannya waktu, hingga sekarang ini, roda perekonomian di kawasan pantai pohon cinta seperti hidup kembali.

Mahmud alias Kada sapaan akrabnya, salah satu penjual minuman di kawasan pantai pohon cinta yang ditemui Dulohupa.id mengaku, awalnya memang susah mulai berjualan kembali apalagi masih dalam keadaan pandemi. Ketakutan masyarakat untuk keluar rumah juga menyebabkan penjualan di kawasan pantai pohon cinta menurun.

“Susah memang di sini saat awal-awal jualan. Yang rame itu hanya waktu tertentu saja seperti hari weekend,” kata Kada, Sabtu (9/1).

Menurutnya, perekonomian di kawasan Pantai Pohon Cinta mulai pulih kembali terjadi di bulan November dan Desember 2020. Karena mengingat waktu libur Natal dan tahun baru.

“Di situ kira-kira puncaknya. Rame sekali saat itu, dan sampai sekarang ini berjalan sebagaimana biasa. Perekonomian di sini balik lagi,” ujarnya.

Kada melanjutkan, meskipun tidak seramai sebelum pandemi datang, tapi jualannya selalu laris setiap harinya.

“Iya lumayan, alhamdulillah. Saya buka dari sore sampai jam 10 malam tutup. Alhamdulillah jualan habis, tapi tidak seramai sebelum pandemi itu. Tapi, saya sudah bersyukur dengan keadaan seperti ini, jualan selalu habis,” tuturnya.

Selain Kada, Dulohupa.id juga menemui salah seorang penyedia jasa mainan anak-anak. Ia juga mengaku kesulitan saat awal memulai usahanya tersebut.

“Susah memang pak. Apalagi awal-awal begitu,” kata Oyin.

Katanya, menjalani usaha penyedia mainan seperti ini memang tidak besar keuntungannya. Hal ini ia lakukan agar keluarga di rumah bisa makan dan senang.

“Keuntungan kecil, apalagi pandemi ini. Cuma memang saat PSBB kemarin sangat terasa dampaknya. Tapi, sekarang ekonomi di sini mulai lumayan stabil tapi tidak seperti sebelum korona menyerang,” ucapnya sembari tersenyum.

Ia berharap, pandemi ini segera berakhir dan peruntungannya menjajakan mainan ke anak-anak kembali seperti dulu lagi.

“Pernah saya di pergantian tahun kemarin (2019), untung yang saya dapatkan lumayan. Tiga kali lipat keuntungan yang saya dapat dari hari biasanya. Tapi akhir tahun baru-baru ini, tidak ada sama sekali. Karena tempat ini ditutup. Saya hanya berharap saja, korona ini segera selesai, itu saja harapannya, biar kembali lagi seperti dulu,” imbuhnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau