Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWAPOHUWATO

Bocah Viral Temani Ibunya di Penjara: Warganet Simpatik, Korban Tolak Cabut Laporan

337
×

Bocah Viral Temani Ibunya di Penjara: Warganet Simpatik, Korban Tolak Cabut Laporan

Sebarkan artikel ini
Bocah Viral
Penggalan video memperlihatkan sang bocah bersama ibunya di ruang tahanan Polsek Paguat/Ist

Dulohupa.id – Video seorang bocah perempuan menjenguk ibunya di penjara viral di media sosial. Momen haru yang direkam salah satu anggota Polisi itu terjadi di Polsek Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Di hari libur sekolah, sang bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) itu kerap berkunjung karena rindu kepada ibunya. Dalam video, ia juga terlihat tidur di pangkuan sang ibu di ruang tahanan. Bahkan sesekali anak tersebut belajar sambil ditemani ibunya.

Meski ibunya tersandung kasus penganiayaan terhadap salah satu guru di SDN 13 Paguat, momen sang bocah menemani ibunya mendapat simpatik dari warganet atau Netizen di media sosial.

Para netizen menilai anak tersebut memliki sifat kedewasaan dan penyayang terhadap ibunya. Warganet mendoakan sang anak dewasa nanti kelak jadi orang yang sukses. Tak sedikit netizen juga berharap agar si ibu sadar atas kasus yang menimpanya.

“Masih kecil tapi sikapnya melebihi orang dewasa, terharu liatnya, huhuhu. Dek semoga kelak bisa suskes dan membanggakan org yg ada di seiktarmu,” ujar akun Otaa.dm mengomentari video yang viral di Instagram.

“Penasaran, ibunya dipenjara krn kasus apay ya? ibunya mungkin memang melakukan kesalahan, tapi kayknya ibunya berhasil didik anaknya,” tulis netizen lainnya, eleanor-979.

Bocah Penjara
Komentar para netizen menanggapi video bocah temani ibunya di penjara yang di unggah di Instagram.
Penjara
Komentar para netizen menanggapi video bocah temani ibunya di penjara yang di unggah di Instagram.

Tak hanya warganet, video viral juga ditanggapi Nidya Mbuinga yang merupakan korban penganiayaan dari pelaku SM, ibu dari sang bocah.

Nidya mengatakan, meskipun video itu viral di media sosial dan menjadi simpatik publik, tidak menghalangi dirinya untuk menghentikan proses hukum.

“Alasan saya tidak mencabut tuntutan, karena orang (pelaku) ini akan mengulangi kesalahan. Dia juga orang tua siswa di sekolah ini, tapi sudah menghina dan tidak menghargai guru, bahkan dikatain makan gaji buta karena tidak mengajar,” ujar Nidya saat ditemui Dulohupa di kediamannya, Jumat (24/11/2023).

Baca Juga:

Momen Haru, Bocah SD di Pohuwato Temui Ibunya dalam Penjara

Dua Penambang Emas di Gorontalo Tewas Tertimpa Pohon

Guru kelas 2 SDN 13 Paguat itu menilai pelaku tidak merasa bersalah atas tindakannya.

“Karena waktu saya melapor di Polsek, dia lewat di depan kami dan sedang bernyanyi. Dia seakan tidak bersalah dan menuduh saya memukul pantat anaknya sampai bengkak, ini kan fitnah. Saya maafkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” tegas Nidya.

Dengan laporan yang sudah berproses, Kata Nidya, kajadian ini menjadi perhatian bagi orang tua siswa yang semana-mena terhadap guru, apalagi melakukan tindakan penganiayaan.

“Ini untuk membuat efek jerah, agar orang tua siswa tidak semana-mena terhadap guru di sekolah,” Ujarnya.

Korban Penganiayaan
Nidya Mbuinga, korban kasus penganiayaan di SDN 13 Paguat. Foto/Hendrik

Nidya menceritakan, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa 7 November 2023 lalu. Peristiwa itu berawal dari anaknya mendapat perlakuan Bullying dari teman sekolah. SM kemudian mendatangi sekolah dan membuat keributan di ruang kelas.

“Pelaku ini langsung marah dan mengatakan kepada saya, ngana tidak marah kalau ngana pe anak dibilang pencuri. terus saya bilang, setidaknya ibu melapor ke ruang guru dan jangan langsung marah-marah dan membanting meja di kelas,” ungkap Nidya.

“Karena dia tidak terima, dia memukul meja dan menjambak rambut saya sampai keluar jilbab. Kepala dan wajah saya dibenturkan ke atas meja. Kepala saya sudah pusing, tapi saya berusaha melawan, sambil adu tarik rambut. Saya ditonjok di bagian wajah hingga dicakar. Saya terus melawan juga, hingga akhirnya ada warga yang memisahkan kami,” sambung Nidya.

Sementara Kapolsek Paguat IPTU Barthel Tamboto menjelaskan, kasus ini sudah ditangani dan masuk tahap penyidikan.

“Sudah tahap 1 dan berkas perkaranya sudah kami masukan ke Kejaksaan. kami masih menunggu petunjuk dari Jaksa.

Kapolsek Paguat IPTU Barthel Tamboto. Foto/Hendrik

Iptu Barthel juga menambahkan, terkait bocah viral mengunjungi ibunya di ruang tahanan mendapat pengawasan dari anggota polisi.

“Anak tersebut memang datang menemui ibunya karena dia merasa rindu. Kami tetap mengawasi dan tidak membiarkan anak ini harus seharian di Polsek. Petugas piket juga mengantar anak ini pulang ke rumah setelah menjenguk ibunya,” pungkas Kapolsek Paguat, Iptu Barthel Tamboto.

Reporter: Hendrik Gani