Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWAPOHUWATO

Momen Haru, Bocah SD di Pohuwato Temui Ibunya dalam Penjara

×

Momen Haru, Bocah SD di Pohuwato Temui Ibunya dalam Penjara

Sebarkan artikel ini
Bocah Viral
Penggalan video memperlihatkan sang bocah bersama ibunya di ruang tahanan Polsek Paguat/Ist

Dulohupa.id – Seorang bocah perempuan di Pohuwato, Gorontalo mendatangi Polsek Paguat untuk menemui ibunya yang mendekam di penjara.

Momen haru itu direkam Briptu Muhamaad Yusriadi, salah satu anggota Polsek Paguat yang sedang piket. Video itu kemudian viral di media sosial.

Kapolsek Paguat, IPTU Barthel Tamboto SH melalui Briptu Yusriadi menceritakan, awalnya seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) datang membawa perlengkapan sekolah dan mengaku kangen kepada ibunya.

Yusriadi pun merasa ibah dan terharu mendengar perkataan dari sang bocah. Ia kemudian mempersilahkan anak tersebut menemui ibunya di dalam ruang tahanan.

“Saya melihat itu sedih pak. Sebab, ayah kandung dari anak ini tidak ada kabar sampai sekarang, dan ibunya harus menjalani hukuman penjara. Maka pada saat libur itu saya persilahkan anak itu bertemu dan tidur dengan ibunya,” Jelasnya, Selasa (21/11/2023).

Baca Juga:

Orang Tua Siswa Mengamuk hingga Aniaya Guru SD di Paguat

Bocah di Telaga dilecehkan Tetangga, Pelaku Nyaris Diamuk Warga

Kata Briptu Yusriadi, sebelumnya momen anak tersebut datang ke Polsek Paguat, direkamnya dan di upload di sosial media. Video itu kemudian mendapat komentar positif dari warganet.

“Bahkan ada yang memberikan donasi untuk keperluan anak itu. Donasi itu langsung saya belikan perlengkapan sekolah dia,” Ujarnya.

Dari donasi yang diberikan tersebut, awalnya dititipkan untuk membeli sendal sang bocah. Namun kata Yusriadi, anak tersebut hanya mau membeli perlengkapan tulis menulis, karena buku tulis dan pulpen miliknya hanya satu buah.

“Saya belikan cokelat kesukaannya yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Selama di meminta cokelat ke ibunya tidak pernah dibelikan karena terbatas ekonomi,” Jelas Yusriadi sambil berkaca-kaca menjelaskan hal tersebut.

Dirinya berharap dengan kejadian ini, bisa meluluhkan hati pelapor, karena mengingat sang bocah masih memerlukan perhatian dan kasih sayang dari sang ibu.

“Videonya sudah viral, semoga pihak pelapor bisa melihat ini. Karena saya tidak melihat ibunya, yang saya lihat anak ini kasian. Sebab dia sudah tidak tau mau tinggal bagaimana, dan sekolahnya pun tak tahu harus bagaimana, melihat ibunya yang membiayai sekolahnya saat ini mendekam di dalam penjara,” Tandas Briptu Muh. Yusriadi.

Diketahui SM, ibu dari sang bocah mendekam di penjara karena terlibat kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang guru di SDN 13 Paguat pada Selasa 7 November 2023 lalu.

SM diduga menganiaya korban karena lantaran emosi. Peristiwa itu berawal dari anaknya mendapat perlakuan Bullying dari teman sekolah.

SM kemudian mendatangi sekolah dan membuat keributan di ruang kelas. Salah satu guru, Nidya Mbuinga yang saat itu menegur SM, justru dipukul mengenai wajah korban. Kasus tersebut kemudian dilaporkan korban ke Polsek Paguat.

Reporter: Hendrik Gani