Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHajiHEADLINE

Peternak Jelaskan Penyebab Harga Sapi Kurban Naik di Gorontalo

×

Peternak Jelaskan Penyebab Harga Sapi Kurban Naik di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Sapi Kurban
Sapi kurban yang dijual di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Harga sapi kurban di Gorontalo mengalami kenaikan pada tahun 2026 ini, beberapa faktor disebutkan mempengaruhi hal tersebut.

Dijelaskan peternak sapi kurban di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, I Wayan Ranawa mengatakan kenaikan harga sapi ini lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya.

“Iya tahun ini perbedaan harga ada, tahun ini lebih mahal,” ujar I Wayan kepada Dulohupa saat ditemui di peternakannya pada Jumat (22/05/2026).

Menurutnya, harga sapi yang tadinya (tahun sebelumnya) dikisaran Rp 13 juta per ekor, di tahun ini telah mencapai Rp 15 juta per ekornya.

“Sapi yang harga 15 juta ini kalau tahun lalu cuman 13 juta itupun lama lakunya, kalau sekarang cepat,” jelasnya.

Peternak Sapi
I Wayan Ranawa, Peternak Sapi di Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Lebih lanjut dijelaskan I Wayan, faktor yang mempengaruhi kenaikan harga sapi ini diantaranya harga bibit sapi yang mulai naik.

“Itu karena bibitnya sudah naik, semuanya naik,” ucapnya.

Selain harga bibit sapi yang naik, I Wayan mengatakan saat ini biaya pakan sapi juga ikut naik.

“Biaya pakan naik, konga atau dedak itu terutama naik, biasanya beli 100 ribu sekarang sudah 250 ribu,” ungkapnya.

“Iya memang biaya pakan ini mempengaruhi kenaikan harga sapi saat ini,” lanjut I Wayan.

Menurut I Wayan, dirinya menekuni peternakan sapi kurban ini sudah berjalan 5 tahunan.

Terakhir, dirinya mengatakan pada tahun ini permintaan sapi kurban oleh masyarakat meningkat, bahkan ia kewalahan sampai stok dikandangnya habis terjual.

Ia menjual jenis sapi bali dari kisaran harga Rp 12 juta sampai Rp 15 juta lebih per ekornya.

Reporter: Yayan