Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Basarnas Gorontalo Gelar Rakor untuk Galang Sinergitas Antar Lembaga

×

Basarnas Gorontalo Gelar Rakor untuk Galang Sinergitas Antar Lembaga

Sebarkan artikel ini
Brigjen TNI (Mar) Risman, Direktur Operasi SAR Basarnas saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi SAR Daerah Gorontalo/ Humas

Dulohupa.id- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo menggalang sinergitas antar lembaga dan para pihak dalam menangani potensi bencana di Gorontalo, dengan menggelar rapat koordinasi bertema “Melalui Rapat Koordinasi SAR Daerah Kita Tingkatkan Sinergitas Dalam Memberikan Pelayanan SAR di Wilayah Provinsi Gorontalo” siang tadi, Selasa (29/6). 

Dalam kesempatan tersebut, direktur Operasi Basarnas, Risman mengungkapkan, bahwa Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang rawan akan bencana.

Kurangnya pengetahuan dan antisipasi masyarakat tentang potensi terjadinya kecelakaan merupakan penyebabnya. Karena itu, ia mengimbau agar secara bersama-bersama mampu untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak terjadi korban jiwa dalam setiap terjadinya kecelakaan. 

“Perlu pemahaman serta mengedepankan pola Quick Response Search and Rescue yakni kecepatan dalam memberikan pencarian dan pertolongan serta mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat resiko pada suatu kecelakaan atau bencana,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sesuai Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014, Basarnas memiliki tugas pokok di bidang SAR terhadap penanganan kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana dan tanggap darurat maupun kondisi membahayakan manusia di seluruh wilayah NKRI. 

“Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo selaku Unit Pelaksana Teknis atau Perpanjangan tangan dari Basarnas. Kami wajib melaksanakan tugas siaga 24 jam, Operasi SAR dan juga pembinaan potensi SAR,” tutur Rasman.

Selanjutnya, ia menjelaskan keseluruhan tugas pokok dan fungsi itu harus didukung dengan adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara potensi SAR. Sinergitas menjadi hal yang sangat penting dalam kelancaran operasi pencarian dan pertolongan. 

Kemudian, Rasman juga mengemukakan kekhawatirannya tentang masyarakat yang saat ini semakin kritis akan tuntutan keselamatan khususnya kepada petugas SAR, namun disatu sisi kewaspadaan mereka terhadap potensi kecelakaan masih minim. 

“Hal inilah yang mendasari perlunya dilaksanakan evaluasi setiap saat lewat Rapat Koordinasi antara Basarnas dengan seluruh Potensi SAR agar dapat mengetahui apa yang menjadi kekurangan selama ini,” ujarnya.

Hasil dari pembahasan bisa menjadi patokan apakah diperlukan perbaikan dan diharapkan dapat menemukan formulasi yang tepat agar mampu melaksanakan dan mewujudkan misi, khususnya bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yaitu menyelamatkan jiwa manusia, katanya.

“Lebih dari itu, di Basarnas juga senantiasa berupaya meningkatkan kapasitas SDM aparatur dan masyarakat melalui pembinaan dan peningkatan kemampuan SDM maupun peralatan yang dibutuhkan, selain itu juga melaksanakan pelatihan potensi SAR diseluruh wilayah Republik Indonesia,” pungkas dia.

Reporter: Yunita Humola