Untuk Indonesia

APRI Pohuwato Minta Penambang Emas Diberi Jaminan Ketenagakerjaan

Dulohupa.id–Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Pohuwato, Limonu Hippy mengungkapkan keresahannya terhadap banyaknya kecelakaan yang menimpa para pekerja tambang emas di wilayah tersebut. Ia pun lantas mengusulkan agar para penambang emas ini mendapat jaminan ketenagakerjaan.

Menurut Limonu, para penambang ini mestinya wajib memiliki jaminan ini karena risiko pekerjaan mereka yang besar. Apalagi, beberapa kecelakaan di tambang bisa mengakibatkan kematian.

“Kita di APRI memang sedang merencanakan program itu, untuk bagaimana setiap masyarakat yang berprofesi sebagai penambang punya jaminan asuransi pekerjaan saat menambang,” ujarnya kepada Dulohupa.id, Kamis (11/2).

Limonu pun mengungkapkan, bahwa pihaknya pada 2020 melakukan pendataan dan menemukan bahwa setidaknya ada 6000 penambang yang beraktivitas di lima area pertambangan emas di Pohuwato.

Baca Juga:  Motif Pelaku Menghabisi Nyawa Fajrin Karena Kesal Diajak Berhubungan Intim

“Pada tahun 2020 kemarin, kurang lebih 6000 an penambang yang ada di lima titik, di Dengilo, Balayo, Botudulanga dan sekitarnya, Taluditi, dan Popayato Barat,” ujarnya.

Makanya kata Limonu, data ini mestinya menjadi dasar untuk mulai memikirkan masalah asuransi jiwa untuk para pekerja ini.

“Upaya yang kami lakukan ialah bagaiamana para penambang ini, jika mereka mau jadi anggota APRI, maka kami akan berupaya juga untuk membangun kerja sama dengan pihak perbankan dan pihak asuransi untuk mengurus bagaimana para penambang nantinya mendapatkan asuransi. Asuransi ini berguna untuk para penambang, jika sewaktu-waktu ada musibah yang menimpah para penambang, mereka bisa mengklaim asuransi tersebut, dan bisa meringankan beban mereka,” jelasnya lagi.

Namun, menurut Limonu, untuk mempermudah usulan asuransi tersebut, dirinya dan pihak APRI masih akan terus melakukan pendataan jumlah penambang di wilayah Pohuwato. Sebab, beberapa ada penambang yang sebetulnya juga bekerja sebagai petani.

Baca Juga:  Pria Mabuk Diduga Tewas di Tangan Dua Penjaga Cafe di Pohon Cinta

“Bahkan ada juga masyarakat yang hari ini menambang, besoknya sudah tidak menambang lagi, makanya akan kami validasi lagi (datanya),”

Ia pun berharap, usulan asuransi ini akan segera terealisasi, berbarengan dengan usulan wilayah pertambangan di Pohuwato mendapatkan izin kelola secara legal dari pemerintah.

“Ketika sudah menjadi legal, kita akan lebih mudah mengaturnya. Baik dari sisi pengaturan asuransi jaminan ketenagakerjaan dan cara pengelolaan aktivitas pertambangan yang harus memiliki komitmen sadar akan pengelolaan yang berbasis ramah terhadap lingkungan atau berkelanjutan,” imbuhnya di akhir wawancara.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.