Untuk Indonesia

Ribuan Hektar Lahan di Pohuwato Diusulkan Menjadi Area Pertambangan Emas

Dulohupa.id– Ribuan hektar lahan di Kabupaten Pohuwato diusulkan menjadi area pertambangan emas. Usulan area pertambangan emas ini akan mencakup di beberapa daerah yang memang telah menjadi wilayah pertambangan di Pohuwato.

Ketua APRI Pohuwato, Limonu Hippy, membenarkan hal tersebut. Katanya, hal itu merupakan buntut panjang dari keresahan para penambang yang menginginkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Pohuwato yang hingga saat ini belum terealisasi. Padahal, pengusulan itu sudah sejak tahun 2012.

“WPR di Pohuwato diusulkan sejak tahun 2012 kemarin, namun belum terealisasikan sampai dengan saat ini. Dan fokus APRI saat ini merealisasikan WPR tersebut. alasannya karena dari UU nomor 4 tahun 2009 sampai diamandemen menjadi UU 3 tahun 2020 tentang Minerba sampai dengan saat ini WPR di Pohuwato belum terwujud. Dan ini menjadi tanggung pemerintah. dan kita terus mendorong pemerintah untuk merealisasikan WPR tersebut,” kata Ketua APRI Pohuwato kepada Dulohupa.id, Kamis (11/2).

Limonu juga menjelaskan, ribuan hektar yang akan jadi area pertambangan itu awalnya delapan titik, namun dibatalkan pemerintah provinsi.

“Yang diusulkan awal itu sebenarnya ada delapan 8 blok yang akan jadi WPR, tapi menurut informasi dari pemerintah provinsi, dari kabid pertambangan bahwa itu dianulir lagi. Yang ada, diusulkan secara global dulu,”

Katanya, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengajukan wilayah di Pohuwato untuk menjadi area pertambangan emas seluas 2000 hektar, lalu Kementerian yang nantinya akan menetapkan blok-blok tersebut.

“2000 hektar itu tersebar di Dengilo, Buntulia, Patilanggio, dan Popayato Barat. Insya Allah akan secepatnya disetujui dan dilakukan observasi oleh Kementerian untuk menetapkan wilayah WPR di Pohuwato,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kalau WPR telah terealisasi di Pohuwato, Limonu meyakinkan para penambang tidak akan sembarangan lagi mengeruk sumber daya alam dari WPR. Ada ketentuan dan aturan yang ada di dalamnya. Seperti pengendalian lingkungan, penggunaan alat, bahkan bahan-bahan kimia.

“Makanya, ketika WPR terwujud ini yang akan kami lakukan. Tidak menggunakan merkuri, tidak menggunakan alat berat, dan pengendalian lingkungannya terjaga. Juga kami pastikan WPR ini jauh dari kawasan konservasi seperti cagar alam yang ada di Pohuwato,” tutupnya dalam wawancara.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.