Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat konektivitas udara sebagai bagian dari strategi mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjajaki pembukaan kembali penerbangan langsung Gorontalo–Jakarta bersama manajemen Citilink, dengan dukungan pelaku usaha yang memiliki kebutuhan mobilitas penumpang dan angkutan barang.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur Gusnar Ismail bersama Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro dan jajaran manajemen di kantor Citilink, Cengkareng, Tangerang, Banten, Senin (19/10/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Sagita Wartabone menjelaskan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut koordinasi antara Dinas Perhubungan, pengelola Bandara Djalaluddin, dan pihak Citilink untuk menjajaki pengoperasian kembali rute penerbangan langsung Gorontalo–Jakarta.
“Alhamdulillah, pertemuan tersebut membawa kabar baik. Citilink direncanakan kembali beroperasi di Gorontalo pada tahun 2026 ini, dengan rute langsung Gorontalo–Jakarta sebagai prioritas,” kata Sagita.
Menurutnya, kehadiran kembali Citilink di Gorontalo diharapkan tidak hanya memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan perjalanan pelaku usaha.
Untuk mendukung rencana tersebut, Gusnar turut menghadirkan sejumlah perwakilan perusahaan dan pelaku usaha dari berbagai sektor. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya menunjukkan potensi pasar penerbangan di Gorontalo, terutama dari kebutuhan perjalanan tenaga kerja, mobilitas bisnis, serta pengiriman kargo.
Dukungan dunia usaha dinilai penting dalam membangun ekosistem penerbangan yang berkelanjutan. Ketersediaan penumpang dan potensi angkutan barang dapat menjadi pertimbangan bagi maskapai dalam mengevaluasi peluang operasional suatu rute.
Selain penerbangan langsung ke Jakarta, Pemprov Gorontalo juga berharap pengembangan jaringan Citilink dapat menjangkau Makassar dan Surabaya. Pemerintah daerah turut membuka peluang konektivitas menuju Balikpapan guna mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat dan kegiatan industri.
Sagita mengatakan, perluasan jaringan udara diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi perjalanan bisnis, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas sektor industri di Gorontalo.
“Sinergi pemerintah, pengelola bandara, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas udara, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Gusnar didampingi Asisten Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Kepala Bandara Djalaluddin, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Ketua KADIN Provinsi dan Kota Gorontalo.
Sejumlah perwakilan dunia usaha yang turut hadir antara lain pimpinan PT GSM dan PT PETS Merdeka Group, CEO PT Transcontinent Group, perwakilan PT Gorontalo Minerals, PT Biomasa Jaya Abadi, PT Gorontalo Panel Lestari, PT Seger Agro Nusantara, Owner Cabana Resort, serta General Manager Hotel Aston.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemprov Gorontalo berharap konektivitas udara dapat menjadi salah satu pengungkit pengembangan ekonomi daerah. Kembalinya penerbangan langsung ke Jakarta diharapkan memperluas akses Gorontalo ke pusat bisnis nasional sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi investasi dan pengembangan usaha di daerah.











