Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

ABPEDNAS dan SRIKANDI JAGA DESA se-Gorontalo Dikukuhkan, Siap Kawal Pembangunan Desa

×

ABPEDNAS dan SRIKANDI JAGA DESA se-Gorontalo Dikukuhkan, Siap Kawal Pembangunan Desa

Sebarkan artikel ini
Srikandi Jaga Desa
Foto bersama usai pengukuhan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama SRIKANDI JAGA DESA se-Provinsi Gorontalo. Foto/Hms

Gorontalo – Jaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama SRIKANDI JAGA DESA se-Provinsi Gorontalo resmi dikukuhkan yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu siang (12/6/2026).

Acara tersebut turut disaksikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, Wakil Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai mitra strategis pemerintah desa sekaligus wadah untuk menyuarakan kepentingan masyarakat di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Prof. Reda menegaskan bahwa keberadaan ABPEDNAS harus menjadi kekuatan bersama untuk menyatukan seluruh anggota BPD di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo.

“Pelantikan hari ini adalah pelantikan untuk menyatukan semua anggota badan permusyawaratan desa dalam satu rumah, satu wadah,” ujar Prof. Reda.

Ia menekankan bahwa dengan persatuan, kepentingan masing-masing desa dapat disuarakan dengan lebih efektif, baik ke tingkat kabupaten, kota, gubernur, maupun nasional.

Salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan nasional, menurut Prof. Reda, menurunkan tingkat kriminalisasi di kalangan kepala desa dan perangkatnya.

“Kami ingin memastikan bahwa dana desa digunakan dengan benar dan sesuai kebutuhan masing-masing desa,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap program-program pembangunan di desa, termasuk KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) Prof. Reda berharap bahwa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat berperan aktif dalam mengawasi jalannya program-program KDMP, serta memberikan masukan dan laporan terkait kendala yang dihadapi.

“Dengan cara ini, informasi dapat disampaikan kepada bupati, wali kota, dan gubernur, bahkan ke pusat,” tambahnya.

Dukungan Program Asta Cita Presiden Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Reda juga membahas dukungan untuk program Asta Cita, yang mencakup berbagai kegiatan dari kementerian, seperti program budidaya ikan tematik dan ayam petelur. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara anggota BPD untuk memastikan program-program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Selain itu, program beasiswa untuk SD, SMP, dan SMA juga menjadi fokus perhatian. Prof. Reda menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah memiliki program yang baik untuk beasiswa, dengan harapan dapat membantu warga yang membutuhkan. “Kami akan menyampaikan siapa saja yang memerlukan bantuan untuk mendapatkan program beasiswa ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Indonesia pusat Ir. H. Indra Utama, M.PWK, IPU yang menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan momen bersejarah bagi Gorontalo.

“Kami berharap pelantikan ini dapat memperkuat posisi desa dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya.

Dengan adanya dukungan dan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan program-program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan sukses, sehingga desa-desa menjadi lebih kuat dan berkontribusi pada kekuatan kota, kabupaten, dan negara secara keseluruhan.