Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINE

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswa di Bone Bolango, Pihak Sekolah Bungkam

×

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswa di Bone Bolango, Pihak Sekolah Bungkam

Sebarkan artikel ini
Guru Lecehkan Siswa
Pihak sekolah masih bungkam hingga menutup pagar saat didatangi Wartawan. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru ke siswanya yang terjadi di salah satu SMA di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pihak sekolah masih bungkam.

Saat dikunjungi para awak media pada Senin (17/03/2025) pagi, pihak sekolah belum memberikan tanggapannya soal dugaan kasus yang menyeret salah satu pegawainya tersebut.

Dari pantauan tim liputan Dulohupa.id, pihak sekolah memilih menutup pintu pagar, dengan alasan sedang ada pemeriksaan terkait kasus tersebut.

Dikonfirmasi, salah satu guru di sekolah itu mengatakan bahwa saat ini sedang ada pemeriksaan dari unsur terkait.

“Owh iya, jadi saat ini masih ada proses pemeriksaan dari pihak Kepolisian, Ombudsman, dan Dinas Pendidikan didalam,” ujarnya.

“Tunggu yaa, soalnya masih proses pemeriksaan didalam,” lanjutnya.

Saat ini sejumlah belasan wartawan tengah menanti hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak terkait, demi memberikan informasi kepada masyarakat untuk tegaknya keadilan bagi yang dirugikan.

Sebagai informasi, suasana sekolah saat ini tetap kondusif. Para siswa terpantau tetap berada didalam ruangan kelas, dan tetap melakukan proses pembelajaran seperti biasanya.

Sebelumnya seorang oknum guru di salah satu SMA di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo diduga melecehkan murid atau siswinya sendiri.

Berdasarkan pengakuan korban Melati (nama samaran), perlakuan aksi tak senonoh sang guru sudah kedua kalinya.

“Pertama saya dibuat begitu tanggal 24 Februari 2025 di hari Senin, terus yang kedua di hari Selasa 25 Februari 2025” ujar Melati, Minggu (16/3/2025) kepada awak media.

Bahkan, aksi bejat oknum guru ini dilakukan masih dalam jam sekolah, dengan alasan perbaikan nilai untuk si korban.

“Di minggu sebelum kejadian, saya sempat beberapa kali di Whatsapp pelaku untuk kasih perbaiki nilai saya,” ucapnya.

Korban menceritakan bahwa di hari Senin (24/02/2025) pelaku me-whatsappnya, dan meminta untuk datang ke ruang Osis sekolah tersebut. Saat korban sampai di ruangan itu, pelaku kemudian menutup pintu dan mengarahkan agar korban duduk di atas matras yang di ruangan itu.

Saat berdua diruangan itu, pelaku sempat melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut privasi korban, sambil meraba tubuh korban.

Sementara di kesempatan terpisah, ayah korban menegaskan bahwa oknum guru tersebut mengancam anaknya (korban) agar tak melaporkan kejadian tersebut ke orang lain.

“Anak saya bilang pelaku sempat video kejadian hari pertama dan kalau anak saya lapor nanti video itu dia sebarkan,” ungkap ayah korban.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan ayah korban ke Polres Bone Bolango dan masih menunggu tindak lanjutnya.

Reporter: Yayan