Dulohupa.id – Seorang bayi perempuan di Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tewas tertimpa pohon kelapa, Senin (17/7/2023) malam sekitar pukul 21.30 wita.
Kepala Desa, Ismail R. Moridu saat dikonfirmasi menjelaskan, bayi yang meninggal bernama Salsa Mustafa masih berusia 1 bulan 26 hari. Kejadian nahas ini terjadi saat korban tengah tertidur bersama ibunya di dalam kamar berdinding papan tersebut. Namun tiba-tiba pohon kelapa yang berada di belakang rumah roboh dan menimpa kamar korban.
“Sebelum tertimpa pohon kelapa, bayi sedang tidur di dalam ayunan dan ada ibunya bersama kakak-kakak dari bayi di kamar belakang. Terus ayah korban saat itu tidak ada dalam rumah, lagi kerja di tambang di Marisa,” ungkap Ismail kepada Dulohupa, Selasa (18/7/2023)
Lanjut Ismail, anak ke lima dari pasangan Djafar Mustafa dan Sahria Razak ini tertimpa batang kelapa yang membuat korban meninggal di dalam kamar. Sementara sang ibu mengalami luka di bagian kepala tertimpa daun kelapa.
“Kalau kakak-kakak dari bayi ini tidak apa-apa. Hanya ibu dan bayi yang menjadi korban,” ujar Ismail.

Kejadian itu membuat warga gempar dan langsung berupaya mengeluarkan sang bayi dari pohon kelapa. Evakuasi berlangsung dramatis karena warga sempat kesulitan mengeluarkan korban sudah tertindih material pohon kelapa.
“Aparat desa, warga bersama pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi. Korban yang meninggal tidak dibawa ke Puskesmas, langsung disemayamkan di rumah duka. Cuman ibunya dibawa ke Puskesmas Biluhu,” jelas Kades Biluhu Barat.
Ismail menyebut pohon kelapa yang roboh akibat terjangan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Biluhu.
“Semalam itu ada angin timur yang kencang. Sampai-sampai pohon kelapa yang tidak jauh dari rumah korban tersebut roboh,” sambungnya.
Saat ini bayi Salsa sudah dikebumikan pada Selasa pagi. Sementara pihak Pemerintah Desa Biluhu telah melaporkan kejadian ini pemerintah Kabupaten Gorontalo.
“Saya berharap ada bantuan dari dinas sosial untuk membantu para korban. Kami sudah melaporkan kejadiannya ke pemerintah Kabupaten,” tandas Ismail.
Reporter: Yono











