Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPEMKAB GORONTALOPERISTIWA

BPBD Kabupaten Gorontalo akan Tinjau Lokasi Bayi Tertimpa Pohon Kelapa

×

BPBD Kabupaten Gorontalo akan Tinjau Lokasi Bayi Tertimpa Pohon Kelapa

Sebarkan artikel ini
Bayi Tertimpa Pohon Kelapa
Kondisi kamar rumah tertimpa pohon kelapa yang menyebabkan seorang bayi meninggal di Desa Biluhu Barat. Foto/Ist

Dulohupa.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo secepatnya akan melakukan peninjauan lokasi insiden bayi tewas tertimpa pohon kelapa di Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Selasa (18/7/2023).

Kepala BPBD, Udin Pango melalui kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Marzan Yusuf mengaku baru mengetahui informasi adanya korban yang tertimpa pohon kelapa tersebut.

“Kami baru mendapatkan informasi dari media bahwa adanya kejadian itu. Kami pun akan menindaklanjuti dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian,” ungkap Marjan saat diwawancarai dulohupa.id.

Kata Marzan, tim yang nanti akan diperintahkan untuk meninjau lokasi kejadian tersebut dalam rangka mengumpulkan informasi yang kerap terjadi.

“Kami akan kumpulkan semua informasinya melalui tim kami. Baru akan kami laporkan ke pimpinan,” ujarnya.
Menyangkut korban ataupun keluarga korban bisa mendapatkan bantuan, kata Marzan, tergantung dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim di lokasi.

“Semua informasi kita cari. Kita akan menemui juga pihak pemerintah Desa. Kalau memungkinkan untuk dibantu nanti kita akan sampaikan ke Dinas Sosial,” tandas Marzan Yusuf.

Sebelumnya Seorang bayi perempuan di Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tewas tertimpa pohon kelapa, Senin (17/7/2023) malam sekitar pukul 21.30 wita.

Kepala Desa, Ismail R. Moridu saat dikonfirmasi menjelaskan, bayi yang meninggal bernama Salsa Mustafa masih berusia 1 bulan 26 hari. Kejadian nahas ini terjadi saat korban tengah tertidur bersama ibunya di dalam kamar. Namun tiba-tiba pohon kelapa yang berada di belakang rumah roboh dan menimpa kamar korban.

“Bayi sedang tidur di dalam ayunan dan ada ibunya dan kakak-kakak dari bayi ini di kamar belakang. Terus ayah korban saat itu tidak ada dalam rumah, lagi kerja di tambang di Marisa,” ungkap Ismail kepada Dulohupa, Selasa (18/7/2023)

Lanjut Ismail, anak ke lima dari pasangan Djafar Mustafa dan Sahria Razak ini tertimpa batang kelapa yang membuat korban meninggal di dalam kamar. Sementara sang ibu mengalami luka di bagian kepala tertimpa daun kelapa.

“Kalau kakak-kakak dari bayi ini tidak apa-apa. Hanya ibu dan bayi yang menjadi korban,” ujar Ismail.

Kejadian itu membuat warga gempar dan langsung berupaya mengeluarkan sang bayi dari pohon kelapa. Evakuasi berlangsung dramatis karena warga sempat kesulitan mengeluarkan korban sudah tertindih material pohon kelapa.

“Aparat desa, warga bersama pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi. Korban yang meninggal tidak dibawa ke Puskesmas, langsung disemayamkan di rumah duka. Cuman ibunya dibawa ke Puskesmas Biluhu,” jelas Kades Biluhu Barat.

Ismail menyebut pohon kelapa yang roboh akibat terjangan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Biluhu.

“Semalam itu ada angin timur yang kencang. Sampai-sampai pohon kelapa yang tidak jauh dari rumah korban tersebut roboh,” sambungnya.

Reporter: Herman Abdullah