Scroll Untuk Lanjut Membaca
POHUWATO

Puluhan Narapidana di Lapas Pohuwato Diberi Pelatihan Manufaktur Pertukangan

×

Puluhan Narapidana di Lapas Pohuwato Diberi Pelatihan Manufaktur Pertukangan

Sebarkan artikel ini
Narapidana Lapas Pohuwato
Suasana pembukaan pelatihan kemandirian manufaktur pertukangan yang diikuti Narapidana di Lapas Pohuwato. Foto: Humas Lapas

Pohuwato – Puluhan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Pohuwato UPT Kanwil Kemenkumham Gorontalo diberi pelatihan manufaktur pertukangan. Program pelatihan tersebut dibuka kepala Lapas Pohuwato, Irman Jaya, Rabu (07/6/2023).

Sebanyak 20 orang narapidana yang berada di Lapas Pohuwato diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan kemandirian manufaktur pertukangan. Pelatihan ini mencakup berbagai keterampilan dasar dalam bidang pertukangan, seperti pengukuran, pemotongan, perakitan, dan finishing produk.

Dalam pelatihan ini, narapidana akan belajar menggunakan berbagai alat dan mesin yang diperlukan dalam proses pertukangan.

Kalapas Irman Jaya mengatakan tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan baru kepada narapidana agar mereka dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja setelah bebas nanti.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada narapidana untuk mengubah hidup mereka melalui pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Dengan keterampilan pertukangan ini, kami berharap mereka dapat menciptakan peluang kerja dan menjadi mandiri setelah bebas,” kata Kalapas Irman Jaya.

Selama pelatihan, narapidana akan diberikan pendampingan dan bimbingan oleh tenaga pengajar yang ahli dalam bidang manufaktur pertukangan. Mereka akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang proses produksi dan kualitas produk.

Selain itu, kata dia para narapidana juga akan diajarkan mengenai kewirausahaan dan pengelolaan usaha.

“Saya berharap bagi narapidana agar untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan keterampilan baru ini, mereka memiliki kesempatan untuk mengubah hidup mereka dan menjadi anggota masyarakat yang produktif,” Tandas nya.

Redaksi