Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Diam-diam, Indomaret Renovasi SD di Pohuwato, Ada Apa?

×

Diam-diam, Indomaret Renovasi SD di Pohuwato, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pekerja. Foto:Wawan Akuba

Dulohupa.id- Meski terus mendapatkan penolakan, namun jaringan toko ritel raksasa di Indonesia, Indomaret, tak henti untuk terus menarik simpati masyarakat Pohuwato. 

Seperti baru-baru ini, pihak Indomaret dikabarkan melakukan renovasi sebuah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Duhiadaa. Belakangan diketahui, sekolah itu adalah SDN 03 Duhiadaa. Menariknya, kegiatan renovasi itu dilakukan tanpa pemberitahuan ke pemerintah setempat. 

Memang, menurut Muhtar Ma’ruf, Kepala Seksi Sarana Dan Prasarana (Kasi Sapras), Dinas Pendidikan Pohuwato, bahwa pihak Indomaret menghubunginya untuk memberitahu perihal rencana renovasi sekolah tersebut. Namun, hal itu baru sekadar pemberitahuan.

Ia sendiri tak tahu, jika pemberitahuan itu rupanya langsung ditindaklanjuti dengan pengerjaan renovasi di lapangan. Karena itu, ia pun merasa kaget. Ia baru mengetahui jika pengerjaan sekolah itu pada Senin 25 Oktober 2021 kemarin. 

“Awalnya memang ada pihak Indomaret menghubungi saya, melalui chat WhatsApp memberitahukan pihaknya akan memberikan bantuan untuk merenovasi satu sekolah yang ada di Pohuwato. Saya juga kaget, tiba-tiba pihak Indomaret sudah melakukan pekerjaan, padahal awalnya saya fikir mereka mau turun lapangan hanya sekadar melakukan survei sekolah itu,” ungkap Muhtar, Rabu (27/10/2021).

Meski renovasi sekolah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) Indomaret, namun hingga kini dokumen CSR tersebut belum diterima oleh dinas pendidikan setempat. Apalagi, hingga saat ini memang Pemerintah Pohuwato belum juga mengizinkan perusahaan tersebut membuka gerainya di Pohuwato. 

“Hanya sekadar memberitahu, akan tetapi dokumen CSR sampai dengan saat ini belum ada,” sambungnya.

Sementara itu, Idris Pakaya, Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Pohuwato menyampaikan, bahwa laporan adanya dana CSR Indomaret yang dikucurkan justru ia terima dari Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Pohuwato. 

“Terkait CSAR, ada laporan bahwa pihak Indomaret meminta data sekolah yang mau direnovasi. Laporan ini bukan dari pihak Indomaret, akan tetapi melalui Kasi Sarpras,” ujar Idris Pakaya.

Meski begitu kata Idris, bahwa bantuan dana CSR untuk merenovasi sekolah itu, telah dibicarakan jauh hari, bahkan saat Lusiana Bouty masih menjabat kepala Dinas Pendidikan Pohuwato. 

“Hal ini sudah dibicarakan semenjak ibu Lusiana Bouty masih menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan,” tutupnya.**