Dulohupa.id- Tambang emas ilegal di Pohuwato, kembali menelan korban. Kali ini, tambang emas yang berlokasi di Desa Botulanga itu, menyebabkan tiga penambang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami cedera berat.
Nonton Videonya di Sini:
Dari informasi yang dirangkum dulohupa.id, tiga orang tersebut di antaranya adalah Joni Pakaya (45), Mohamad Sopar (36), Riski Parapa (18), dan korban yang selamat yaitu Sofyan Laiya (30), ke empat korban ini berasal dari Desa Hutamoputi, Kecamatan Dengilo. Rabu (18/8).
Penuturan korban yang selamat tersebut, bahwa kecelakaan kerja itu disebabkan oleh tanah longsor. Ada puluhan orang lainnya yang bekerja bersama dirinya saat itu. Termasuk tiga orang yang meninggal dunia.
“Pada sekitar pukul 02.00 wita (pagi) pada saat itu saya mendengar ada suara deru seperti suara longsoran, pada saat itu saya berada agak jauh dari posisi tebing dinding lobang tambang, pada saat saya menoleh ke atas yang memang dalam keadaan gelap minim penerangan tiba-tiba material Longsor berjatuhan dan menutupi sebagian lobang tambang,” ungkap Sofyan.
Karena kejadian itu, ia mengalami cedera di bagian kaki. Sebab, saat longsor itu terjadi, ia tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga tubuhnya tertimbun material longsor. Beruntung, nyawanya masih bisa tertolong.
“Saya pun sebagian badan saya tertimbun, namun hanya kaki kanan saya sampai dengan saat ini merasakan sakit dan tidak bisa digerakan,” ujarnya.











