Dulohupa.id – Memasuki hari ke-10 Operasi Patuh Otanaha 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo catat adanya peningkatan lakalantas tahun ini, dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono kepada awak media pada Rabu (4/11/2026). Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi memang terjadi peningkatan lakalantas di tahun ini.
“Selama 10 hari ini berdasarkan evaluasi terkait data lakalantas, kejadian lakalantas memang ada peningkatan, tahun lalu selama 10 hari itu 6 kejadian, tahun ini sudah 9 kejadian,” ujar Kombes Pol Lukman.
Dari 9 kejadian lakalantas ini, kata Kombes Pol Lukman, satu diantaranya meninggal dunia.
“Artinya ada kenaikan 3 kejadian. Namun secara fatalitas untuk yang meninggal dunia relatif sama. Tahun lalu 1 korban meninggal dunia, tahun 2026 ini juga 1 korban meninggal dunia,” ucapnya.
“Untuk yang luka berat ada peningkatan, tahun lalu ada 1 yang luka berat, tahun ini ada 2, dan luka ringan tahun lalu ada 10, tahun ini ada 11, itu berdasarkan data anev lakalantas baik kuantitas maupun kualitasnya,” lanjut Kombes Pol Lukman.
Lebih lanjut dijelaskan, selain terjadinya peningkatan jumlah lakalantas tahun ini, polisi mencatat tiga jenis pelanggaran yang masih sering didapati dilapangan.
“Yang paling banyak kalau saya melihat pertama surat-surat, masih banyak yang belum lengkap SIMnya. Yang kedua helm, nah ini juga masih banyak yang tidak menggunakan helm standar,” ungkap Kombes Pol Lukman.
“Yang ketiga safety belt kalau kendaraan roda empat, masih jarang masyarakat yang enggak menggunakan safety belt, mungkin mereka masih belum terbiasa. Ini harus dibiasakan oleh masyarakat,” sambungnya.
Meski masih banyak pelanggaran yang dilakukan, bahkan adanya kenaikan jumlah lakalantas di Gorontalo, dalam operasi kali ini, polisi masih tetap mengedepankan langkah-langkah humanis kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kuantitas maupun fatalitas pelanggaran dalam berlalu lintas.
“Mudah-mudahan sampai dengan nanti tanggal 4 ini ada perubahan yang signifikan, karena memang tujuan operasi patuh ini yang pertama adalah mengurangi pelanggaran, yang kedua mengurangi kecelakaan baik jumlah maupun fatalitasnya, yang ketiga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertip berlalu lintas,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











