Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
LINGKUNGAN

Wilayah Kampus Gersang, Mahasiswa Kampus UNG Bone Bolango Mengeluhkan Panas

×

Wilayah Kampus Gersang, Mahasiswa Kampus UNG Bone Bolango Mengeluhkan Panas

Sebarkan artikel ini
Tampak salah satu fakultas di Kampus UNG Bone Bolango yang tak ditanami pohon/FOTO: Faisal Husuna

Dulohupa.id- Sejumlah mahasiswa di kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengeluhkan panas. Sebab, kampus yang dibangun di wilayah Bone Bolango itu, tidak banyak memiliki vegetasi. Di depan Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Sastra dan Budaya, tidak banyak ditanami pohon.

Mahasiswa bernama Nurmuhniyanti Hubaib misalnya. Kepada dulohupa.id ia mengaku, bahwa penyebab udara di kampus tersebut terasa panas dan menyengat tersebut, karena memang di wilayah kampus itu, tidak banyak tanaman. Abu-abu kata dia bahkan beterbangan di siang hari.

Tak heran kata dia, banyak mahasiswa yang justru lebih senang berada di dalam kelas, karena ber-AC,  dibanding di luar kelas.

“Kami sebagai mahasiswa berharap, kepada instansi UNG agar memperhatikan lagi tentang pengadaan pohon di depan setiap fakultas. Dan tempat parkir juga yang memadai,” pintanya

Senada dengan itu, Iwan Dunggio, mahasiswa Fakultas Teknik juga mengakui hal tersebut. Kurangnya tanaman hijau menurut dia, membikin udara semakin panas dan menyengat. Terlebih ketika siang hari.

“Ketiadaan pohon sekarang, membikin (udara) terasa sangat panas, apalagi menjelang siang, panas sekali,” kata Iwan.

Ia pun berharap yang sama, yakni pihak kampus melakukan penanaman pohon di depan fakultas.

“Harapan saya kepada instansi (pihak kampus) penanam pohon (di depan fakultas) ini sangat perlu, bukan hanya sekadar untuk mahasiswa, tapi juga untuk para dosen,” ujarnya

Sementara Adelia Hasan menuturkan, bahwa kondisi di kampus 4 tersebut, berbeda dengan kampus 1 UNG yang berada di Kota Gorontalo. Meski di kota, namun menurutnya kampus itu jauh lebih sejuk.

“Karena itu (di depan fakultas) tidak ada pohon, jadi itu fakultas lebih panas sih. Tidak terlalu sejuk (dibanding) kampus 1,” ungkap Adelia

Tidak hanya menyebabkan udara menjadi lebih panas, kekurangan pohon menurut Giat Liputa, mengakibatkan kurangnya penyuplai oksigen.

“Sangat miris, jika melihat di lingkungan kita, tidak ada pepohonan. Sebab, tidak adanya tempat berteduh, kurangnya penyuplai oksigen dan juga tingkat atmosfernya (udara panas) semakin tinggi,” Kata Giat.

Reporter: Faisal Husuna