Dulohupa.id – Memaksa masuk perbatasan di tengah penerapan PSBB dengan menerobos portal secara paksa, sejumlah pemudik asal Sulawesi Utara yang balik ke-Gorontalo, terpaksa dihalangi oleh warga Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara pada minggu malam (31/5/2020).
Tidak hanya menghalangi, warga setempatpun memerintahkan para pemudik putar balik kedaerah asal mereka.
Menurut Kepala Desa Tombulilato, Junaid Mooduto, aksi warga setempat yang menghalangi para pemudik masuk ke Gorontalo itu lantaran para pemudik tidak lagi menghargai para petugas yang berjaga di perbatasan. Sambil teriak para pemudik ini dengan sendirinya menerobos masuk dengan membuka penghalang jalan secara paksa.
“ Sopir dan bahkan penumpang memaksa masuk ke Provinsi Gorontalo dengan membuang bahkan merusak fasilitas yang ada di wilayah perbatasan. Sehingga ini memancing amarah kami khususunya pemerintah desa dengan rakyat kami” Kata Junaid
Tindakan tersebut dilakukan pemerintah desa berasma warga setempat untuk membantu para petugas di perbatasan yang sudah bekerja siang dan malam dalam menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“ Ini kami lakukan semata-mata untuk membantu para petugas baik TNI dan Polri yang siang malam berjaga di perbatasan.” Kata Junaid
Di Gorontalo sendiri, pemerintah kembali memperpanjang penerapan PSBB hingga tanggal 13 juni 2020. Hal ini menyusul bertambahnya pasien positif covid-19 di Gorontalo yang hingga saat ini sudah mencapai 98 kasus, dengan 3 kasus meninggal dunia. (Jebeng)












