Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONALPERISTIWA

Lima Wartawan Hilang saat Bertugas, Pencarian Kedua di Selat Sunda Masih Nihil

×

Lima Wartawan Hilang saat Bertugas, Pencarian Kedua di Selat Sunda Masih Nihil

Sebarkan artikel ini
Wartawan Hilang
Upaya tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap sejumlah korban termasuk wartawan yang hilang kontang saat bertugas untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto/SAR

Dulohupa.id – Upaya pencarian terhadap delapan korban yang diantaranya lima wartawan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedua. Hingga Rabu sore (9/9/2026), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban yang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran dengan membagi wilayah operasi ke dalam tujuh Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai strategis di sekitar perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan pencarian hari kedua dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.

Penyisiran dilakukan mulai dari perairan Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Rakata, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau. Perluasan area dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan titik keberadaan korban yang hingga kini belum diketahui.

Sejumlah armada laut dikerahkan dalam operasi tersebut. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Leuser, KRI Lepu, serta sejumlah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Selain pencarian melalui jalur laut, tim juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memperluas pemantauan dari udara dan membantu mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit dijangkau secara langsung.

Di tengah proses penyisiran, tim SAR juga harus mempertimbangkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di kawasan pencarian. Pada pukul 13.31 WIB, tercatat terjadi erupsi yang mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal di sekitar jalur pencarian SRU 1.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim SAR karena menyangkut keselamatan personel yang berada di lapangan.

“Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Al Amrad.

Meski menghadapi tantangan kondisi perairan dan aktivitas vulkanik, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan hasil evaluasi di lapangan.

Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru speed boat dan lima jurnalis. Tiga kru tersebut yakni Warta (55), selaku kapten; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), guide.

Sementara lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, KSOP, hingga masyarakat nelayan. Operasi pencarian dipastikan terus dilanjutkan berdasarkan hasil evaluasi berkala serta kondisi keamanan dan keselamatan tim di lapangan.

Sebelumnya kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.