Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKESEHATAN

Urbanisasi jadi Faktor Meningkatnya Penyebaran HIV dan AIDS di Gorontalo

×

Urbanisasi jadi Faktor Meningkatnya Penyebaran HIV dan AIDS di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
HIV AIDS Gorontalo
Ilustrasi Stop HIV-AIDS

Dulohupa.id – Urbanisasi menjadi salah satu faktor dari meningkatnya penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Gorontalo, Sabri Panigoro kepada awak media saat diwawancarai pada Kamis (15/05/2025) kemarin.

“Kita harus ingat bahwa, Gorontalo bukan yang Gorontalo dulu lagi. Gorontalo sekarang sudah kayak daerah lain, dengan jumlah orang datang lewat jalur laut, darat, udara, ini cukup tinggi yang masuk, kita tidak tau siapa-siapa saja orang itu (bisa saja pengidap),” ujar Sabri.

Dirinya menjelaskan bahwa persoalan trand peningkatan penyebaran pengidap HIV dan AIDS juga tak dipungkiri dengan perkembangan suatu daerah, akses keluar masuk masyarakat di suatu daerah menjadi salah satu faktornya.

“(begitu akan meningkat terus kasus HIV dan AIDS?) iya itu pasti, penyakit inikan tidak kelihatan, tidak ada penurunan,” ucapnya.

“Iya urbanisasi tinggi, kemajuan daerah, kalau daerah mulai maju yaa pasti (HIV dan AIDS terus meningkat),” lanjut Sabri.

Secara harfiah, urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan, yang sering kali bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup.

Ya, urbanisasi dapat meningkatkan penyebaran AIDS. Urbanisasi membawa perubahan dalam gaya hidup dan perilaku yang meningkatkan risiko penularan HIV, seperti penggunaan narkoba suntik, perilaku seksual berisiko, dan mobilitas penduduk.

Seperti diketahui sebanyak 1257 kasus HIV dan AIDS di Provinsi Gorontalo tercatat sejak 2001 hingga tahun 2024. Dengan rincian 706 diagnosa HIV dan 551 diagnosa AIDS.

Sementara penyebaran penyakit ini berdasarkan jenis kelamin, diantaranya 575 HIV dan 440 AIDS untuk gender laki-laki, serta 131 HIV dan 111 AIDS untuk gender perempuan.

Reporter: Yayan