Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Transaksi Gawai Curian di Medsos, Dua Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Gorontalo

Dulohupa.id – Dua tersangka spesialis pencuri gawai atau hp berhasil dibekuk Tim Pandawa Satuan Unit Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Gorontalo, Rabu (05/08). Keduanya dibekuk di dua tempat berbeda, yakni di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo dan di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.

Pelaksana Harian (Plh) Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Ipda Natalia Olii membenarkan hal tersebut. Ia merincikan, kedua pelaku itu berinisial HL alias Iwan (48) dan SP alias Angki (22). Sebelumnya memang, dua orang ini sudah jadi incaran polisi sejak adanya laporan dari salah seorang korban pada 30 Juli 2020 kemarin.

“Pelapor sedang dalam keadaan tidur di kamar miliknya, namun ketika pelapor bangun hendak melaksanakan sahur, pelapor kaget melihat gawai miliknya sudah hilang. Pelapor lalu membangunkan keponakannya untuk memeriksa gawai lainnya yang ada di dalam rumah tersebut. Sialnya, ternyata satu gawai lainnya juga ikut digasak. Dua gawai tersebut masing-masing bermerek Zenfone Max dan Nokia. Jadi pelapor langsung melapor ke pihak berwajib,” ungkap Natalia menceritakan kronologi laporan korban kehilangan gawainya.

Akibat kejadian tersebut, kata Natalia, pelapor mengalami kerugian kurang lebih 4 juta rupiah. Sebelumnya juga, Natalia mengungkapkan, jika pihaknya juga menerima laporan kehilangan lainnya. Yakni sebuah gawai dengan merek Xiaomi Redmi 6A.

Beruntungnya, pada 3 Agustus kemarin kata Natalia, pihaknya mendapati informasi jika gawai Xiaomi tersebut ternyata ada pada seorang pria yang ada di Jl. HB Yasin Kota Gorontalo. Tim reskrim pun mendatangi pria tersebut.

“Setelah tiba di lokasi itu, tim berhasil mangamankan Fattah. Dari hasil interogasi, bahwa hp (gawai) yang berada dalam penguasaannya merupakan hp yang dibeli dari Amran lewat media sosial. Dari keterangannya itu, tim langsung bergerak mencari keberadaan Amran tersebut.” tambahan

Tidak lama berselang, Amran berhasil diamankan dan diintrogasi terkait gawai yang dijualnya kepada Fatah. Amran, lantas mengaku jika gawainya dibeli dari seorang pria bernama Angki, yang rupanya sering melakukan transaksi gawai melalui media sosial.

“Pelaku Angki diringkus tim saat melakukan transaksinya didepan Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo, Selasa 4 agustus 2020. Dari tangan Angki, tim mengamankan 9 barang bukti gawai lainnya,” jelas Natalia

Tidak berhenti di situ, setelah melakukan pengembangan kasus dengan mengintrogasi Angki, terkuak satu nama lainnya, yaitu Iwan, yang berada di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Angki mengaku mendapatkan gawai-gawai tersebut dari Iwan.

“Dan pada Rabu 5 Agustus, pukul 10.00 WITA, tim berhasil mengamankan pelaku utama Iwan di kediamanya di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo,” tutupnya

Adapun pasal yang disangkakan kepada para pelaku ini adalah, pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan dan diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Barang buktinya adalah 9 unit gawai. **(rtr/1)