Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

Setelah PSBB Kasus Covid-19 di Gorontalo Meningkat

64
×

Setelah PSBB Kasus Covid-19 di Gorontalo Meningkat

Sebarkan artikel ini
Triyanto-dulohupa.id-
Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Triyanto Bialangi, Saat Melakukan Konferensi Pers, Kamis (06/08/2020). Foto: Roman Humas

Dulohupa.id – Terhitung sejak tanggal 9 April 2020 lalu, Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo mencatat total kumulatif kasus corona sudah mencapai 1427 kasus (data 5 Agustus 2020). Dari jumlah ini, 798 diantaranya dinyatakan sembuh, 38 meninggal dunia, dalam perawatan 591.

Berdasarkan data ini, satuan tugas mencoba memetakan perkembangan kasus di masa sebelum PSBB, saat PSBB, dan setelah PSBB (New Normal). Dari analisis yang mereka lakukan, peningkatan signifikan kasus corona di Gorontalo terjadi setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Juru Bicara (Jubir) satuan tugas, Triyanto Bialangi memaparkan, pada 14 hari pertama setelah pasien 01 di umumkan, kasus corona di Gorontalo rata-rata per hari sebesar 0,85 kasus. Angka ini menurun jadi 0,50 pada 14 hari berikut, dan kembali naik jadi 2,00 pada 14 hari selanjutnya.

Saat PSBB tahap 1, kata Triyanto, kasus rata-rata dalam sehari kembali naik di angka 5,2. Angka tersebut meningkat jadi 6,6 pada PSBB tahap II. Ketika PSBB tahap III, peningkatan kasus corona kembali menurun dengan rata-rata 3 kasus dalam sehari.

Kasus rata-rata per hari ini meningkat tajam pasca. Triyanto mengungkapkan, sejak tanggal 3 hingga 16 juli 2020, jumlah rata-rata kasus baru yang di konfirmasi mencapai 11,4. Angka ini kembali meningkat jadi 28,8, dan hingga 2 Agustus 2020, kembali naik dengan rata-rata 58,1 kasus.

“Ini sangat tajam sekali (peningkatannya-red),” ujar Triyanto saat melakukan konferensi pers, Kamis (06/08/2020).

Melihat kondisi ini, Triyanto mengimbau masyarakat di Provinsi Gorontalo tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa New Normal saat ini. Triyanto meyakini bahwa penularan virus corona dapat di tekan. Sebab itu sudah terbukti pada saat penerapan masa PSBB tahap III.