Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Rini Pembengo Mengaku Diintimidasi Polisi untuk Akui Selingkuh dengan Direktur RS Ainun

×

Rini Pembengo Mengaku Diintimidasi Polisi untuk Akui Selingkuh dengan Direktur RS Ainun

Sebarkan artikel ini
Direktur RS Ainun habibie
Rini Pembengo saat membantah adanya tudingan selingkuh dengan Direktur RS Ainun Habibie. Foto/Dulohupa

Gorontalo — Rini Pembengo, seorang perempuan yang berada di sebuah rumah bersama Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Fitriyanto Rajak, membantah tudingan bahwa memiliki hubungan perselingkuhan dengan pejabat rumah sakit tersebut. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers, Kamis (17/9/2026).

Rini justru mengaku mendapat tekanan dari sejumlah aparat berseragam polisi yang datang bersama mantan suaminya ke rumah tersebut. Ia mengatakan diminta mengakui memiliki hubungan dengan Fitriyanto, meski menurut pengakuannya hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan.

Rini menjelaskan berada di rumah  sejak sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya lebih dahulu melakukan aktivitas di rumah milik Fitriyanto Rajak.

Setelah sempat pulang untuk berbelanja, Rini mengaku kembali ke rumah tersebut sekitar pukul 21.00 WITA. Ia mengatakan saat itu sedang menghadapi persoalan rumah tangga dengan suaminya.

Menurut Rini, selama sekitar dua pekan terakhir dirinya mendapat ancaman dari suaminya, termasuk ancaman bahwa rumahnya akan dibakar.

“Saya selama dua minggu terakhir ini diancam. Diancam rumah saya di Limboto akan dibakar,” ungkap Rini.

Rini mengaku dan suaminya telah pisah ranjang selama kurang lebih dua tahun. Namun, keduanya hingga kini belum resmi bercerai. Karena merasa khawatir dengan keselamatannya jika tetap berada di rumahnya di Limboto, Rini kemudian meminta izin kepada Fitriyanto untuk menginap di rumah dan sudah diketahui sang istri Direktur.

“Saya juga sudah persiapkan di dalam mobil baju dinas dan semua berkas-berkas. Maka saya diizinkan untuk menginap,” katanya.

Rini kemudian masuk ke salah satu kamar sekitar pukul 21.30 WITA untuk beristirahat. Ia mengatakan tidak mengetahui apa yang terjadi setelah dirinya tidur.

Sekitar pukul 02.00 WITA, Rini mengaku terbangun setelah mendengar suara ketukan pada jendela dan pintu secara bersamaan.

“Yang saya tahu pada saat jam 2 malam, ada yang ketuk-ketuk jendela dengan pintu. Saya kaget, ada petugas yang datang,” ujarnya.

Rini mengatakan saat itu mendengar Fitriyanto memanggil namanya. Ia kemudian mengetahui bahwa mantan suaminya datang bersama sejumlah aparat.

Rini mengaku sempat diminta menemui seorang anggota yang menurutnya mengenakan pakaian dinas. Ia mengatakan dirinya kemudian dibawa ke bagian belakang rumah dan ditanya mengenai hubungannya dengan Fitriyanto. Menurut Rini, aparat tersebut memintanya mengakui adanya hubungan dengan Fitriyanto.

Dia bilang, ‘Ibu mengaku saja. Ibu ada hubungan dengan Pak Dir.’ Saya bilang, ‘Tidak ada, Pak’,” tutur Rini.

Rini juga mengaku mendapat ancaman akan dilakukan visum apabila tidak mengakui tudingan tersebut.

“Kalau Ibu tidak mengaku, kita mau visum,” kata Rini menirukan ucapan aparat.

Ia menyebut ada pula anggota lain yang mengenakan pakaian biasa dan kembali menanyainya mengenai hubungan dengan Fitriyanto.

Rini menegaskan bahwa hubungannya dengan Fitriyanto sebatas hubungan profesional sebagai bawahan dan atasan sekaligus rekan kerja. Ia juga menyebut keduanya memiliki usaha bersama.

“Mengaku saja, saya ada hubungan dengan Pak Dir cuma sebagai bawahan dan atasan dan rekan kerja. Saya ini mengelola, kita ada usaha bersama. Kalau Ibu tidak mengaku, kita melakukan visum. Silakan, saya bersedia,” ujar Rini.

Rini mengaku dibawa ke Polres. Dalam pemeriksaan, Rini tetap membantah tudingan perselingkuhan dengan Fitriyanto. Ia juga mempertanyakan dasar tuduhan yang diarahkan kepadanya dan mengatakan dirinya berada di rumah tersebut karena membutuhkan tempat untuk beristirahat setelah menghadapi persoalan rumah tangga.

Baca Juga: Direktur RS Ainun Habibie Bantah Tudingan Perselingkuhan, Ungkap Kronologi Didatangi Polisi

Reporter: Enda