Dulohupa.id – Marah tidak kunjung ditemui Bupati Pohuwato, Saiful Mbuinga. Puluhan mahasiswa melempari Kantor Bupati Pohuwato dengan lumpur. Massa aksi yang berasal dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pohuwato menilai Pemerintah Daerah Pohuwato membiarkan aktivitas tambang ilegal merusak ekosistem alam di Kabupaten Pohuwato.
Fikri Papempang, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menegaskan, Sejak mahasiswa menggelar demo Jilid I hingga Jilid III pihaknya tidak pernah ditemui Bupati Pohuwato.
Demo yang digelar ini merupakan bentuk keresahan dari para pendemo yang menilai kerusakan lingkungan, entah itu mangrove dan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah Kabupaten Pohuwato seolah dibiarkan oleh pemerintah daerah.
“Kami muak dengan yang dipertontonkan sekarang ini, seolah pemerintah daerah berselingkuh dengan pelaku usaha,” tegasnya.
Dalam demo terkait lingkungan di depan kantor Bupati Pohuwato itu rencananya akan ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Namun para pendemo memilih untuk membuang sedimen lalu pergi meninggalkan kantor bupati.
“Kami tidak mau ditemui oleh siapapun. Kami mau bupati yang ada disini. Kami mau ada solusi terkait kerusakan lingkungan yang semakin masif di Kabupaten Pohuwato,” tandasnya.
Tak hanya di kantor Bupati Pohuwato, para pendemo juga ikut membuang sedimentasi lumpur dari PETI di depan Kantor DPRD Pohuwato. Usai membuang sedimen para massa aksi kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan melanjutkan orasi mereka di titik lainnya.
Reporter: Hendrik Gani











